counter

Bursa Wall Street jatuh, pasca-China batal kunjungi pertanian AS

Bursa Wall Street jatuh, pasca-China batal kunjungi pertanian AS

Ilustrasi: Pialang sedang bekerja di lantai Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat (REUTERS/Brendan McDermid)

Dalam hal ini, ini sedikit lebih memprihatinkan karena China yang membuat keputusan, bukan Trump
New York (ANTARA) - Saham-saham di Wall Street turun pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), dan juga berakhir lebih rendah selama seminggu, setelah delegasi pertanian China membatalkan kunjungan yang direncanakan ke Montana, mengurangi optimisme tentang pembicaraan perdagangan Amerika Serikat dan China.

Delegasi, yang telah dijadwalkan untuk mengunjungi negara-negara bagian pertanian AS minggu depan, akan kembali ke China lebih cepat dari yang dijadwalkan sebelumnya, kata Biro Pertanian Montana.

Indeks saham utama jatuh ke wilayah negatif setelah pembatalan, yang terjadi ketika pembicaraan perdagangan diadakan di Washington dan Presiden AS Donald Trump mengatakan dia menginginkan kesepakatan perdagangan yang lengkap, bukan hanya kesepakatan bagi China untuk membeli lebih banyak barang pertanian AS.

Sebelum berita ini, S&P 500 dan Dow berada di wilayah positif.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 159,72 poin atau 0,59 persen, menjadi berakhir di 26.935,07 poin. Indeks S&P 500 turun 14,72 poin atau 0,49 persen, menjadi 2.992,07 poin. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 65,21 poin atau 0,80 persen, menjadi 8.117,67 poin.

Untuk minggu ini, S&P 500 turun 0,52 persen, Dow kehilangan 1,05 persen dan Nasdaq turun 0,72 persen.

Selama berbulan-bulan, Wall Street memantul ke atas dan ke bawah dengan tanda-tanda perbaikan atau kemunduran dalam pembicaraan perdagangan, seringkali berdasarkan komentar atau cuitan dari Trump, sebuah siklus yang telah biasa digunakan para investor.

"Dalam hal ini, ini sedikit lebih memprihatinkan karena China yang membuat keputusan, bukan Trump," kata Ahli Strategi Pasar Baird, Willie Delwiche di Milwaukee.

Optimisme perdagangan dalam beberapa pekan terakhir membantu meningkatkan S&P 500 menjadi sedikit di bawah rekor tertinggi sepanjang masa pada Juli.

Delapan dari 11 sektor utama S&P jatuh pada Jumat (20/9/2019). Indeks consumer discretionary S&P 500 dan indeks teknologi informasi S&P 500 yang sensitif terhadap tarif, masing-masing mengalami penurunan paling besar, turun 1,2 persen dan 1,1 persen. Indeks chip Philadelphia turun 1,8 persen.

Netflix jatuh 5,5 persen setelah CEO Reed Hastings membuat komentar menggarisbawahi meningkatnya biaya dan meningkatnya persaingan dari Walt Disney Co, Apple Inc dan layanan streaming video lainnya.

Menambah kesengsaraan Netflix, Evercore ISI mengatakan data terbaru melukiskan gambaran yang tidak pasti tentang pertumbuhan pelanggan internasional perusahaan.

Sementara itu, indeks kesehatan S&P 500 yang telah menjadi sektor S&P dengan kinerja terburuk tahun ini, mencatat kenaikan terbesar di antara 11 sektor utama, terangkat 0,6 persen.

Merck & Co naik 1,4 persen setelah obat perusahaan Pifeltro dan Delstrigo menerima persetujuan FDA untuk digunakan pada pasien dewasa tertentu dengan HIV-1 yang “ditekan secara virus.”

Roku Inc jatuh 19,2 persen setelah Pivotal Research memulai peliputan sahamnya dengan peringkat "jual".

Xilinx Inc turun 6,8 persen setelah kepala keuangan perusahaan Lorenzo Flores mengatakan ia akan mundur, mendorong Bank of America Merrill untuk menurunkan peringkat pembuat chip itu menjadi "netral." Demikian laporan yang dikutip dari Reuters.

Baca juga: Harga emas bangkit setelah sempat turun, investor buru aset yang aman

Baca juga: Harga minyak turun, menyusul kekhawatiran baru perang dagang


 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar