counter

Menhub sebut aktivitas penerbangan sudah ada di Kalimantan

Menhub sebut aktivitas penerbangan sudah ada di Kalimantan

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di kawasan Gedung Pusat Kampus Univerisitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Sabtu (21/9/2019). ANTARA/Luqman Hakim.

Tadinya itu tertutup tidak ada 'flight' (penerbangan)
Yogyakarta (ANTARA) - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebutkan kendati belum sepenuhnya normal, saat ini sudah mulai ada aktivitas penerbangan di sejumlah bandara di Kalimantan yang hingga kini masih dilanda bencana kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan.

"Tadinya itu tertutup tidak ada 'flight' (penerbangan), sekarang sudah ada," kata Menteri Budi Karya di kawasan Gedung Pusat Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Sabtu.

Kendati tidak menyebutkan secara rinci jumlah penerbangannya, namun menurut Budi, sudah ada puluhan penerbangan dari berbagai wilayah di Indonesia, termasuk dari Yogyakarta. "Normal banget belum, tapi mulai dari Yogyakarta ada penerbangan," kata dia.

Baca juga: Jarak pandang di Bandara Tjilik Riwut fluktuatif akibat kabut asap

Meski sudah berangsur normal, menurut dia, Kemenhub memastikan terus mengintensifkan pengawalan aktivitas penerbangan menuju Kalimantan.

Apabila di bandara setempat memang dinilai tidak memungkinkan didarati, maka Kemenhub akan mengeluarkan larangan pesawat mendarat.

Baca juga: Akibat kabut asap ada 29 penerbangan batal di Bandara Supadio

"Tetapi kalau mungkin didarati pun kami memantau berapa kemampuan penglihatan atau visibility dari pilot. Kalau dalam jarak tertentu tidak mampu, ya kita tetap larang," kata dia.

Oleh sebab itu, ia meminta agar maskapai dan pilot tetap berhati-hati saat melakukan penerbangan ke Kalimantan dengan memperhatikan instruksi dari menara pengandali lalu lintas udara (ATC) Airnav. "Hati-hati apabila akan landing terutama," kata Budi Karya.

Baca juga: Kabut asap berdampak penerbangan Nunukan-Tarakan belum dibuka
 

Pewarta: Luqman Hakim
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemerintah matangkan rencana Stasiun Manggarai jadi stasiun pusat

Komentar