counter

Posko pengungsian PKS rawat inap 204 korban kabut asap Riau

Posko pengungsian PKS rawat inap 204 korban kabut asap Riau

Dokumen - Perawat memeriksa pasien korban kabut asap yang menjalani perawatan di Rumah Oksigen RSUD Doris Sylvanus, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (18/09/2019). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Kota Pekanbaru (ANTARA) - Posko pengungsian kesehatan Dewan Pengurusan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Riau, terus dibanjiri pasien dan hingga kini tercatat 204 pasien yang menjalani rawat inap akibat kabut asap melanda dearah itu yang makin pekat sejak sepekan terakhir.

"Sebanyak 204 pasien yang menjalani rawat inap itu dominan mengalami ISPA, dialami anak-anak mencapai 70 orang, dewasa 41, balita 25, ibu hamil 6 dan lansia 2 orang," kata Sekretaris Humas DWP PKS Riau, Indra, dalam keterangannya di Pekanbaru, Sabtu.

Baca juga: Pembakar lahan tertangkap tangan, sengaja untuk buka lahan pertanian

Menurut dia, banyaknya pasien yang datang mengakibatkan daya tampung Posko sudah over kapasitas namun demikian posko pengungsian tetap memberikan pelayanan yang terbaik.

Ia menyebutkan, seluruh pelayanan di posko kesehatan maupun posko pengungsian tidak dipungut biaya atau masyarakat yang menjadi korban asap gratis dari makanan dan minuman serta obat.

Baca juga: Hujan berpotensi mengguyur dua kecamatan di Kotawaringin Timur

"Bahkan DPW PKS, juga bersedia menjemput dan memfasilitasi para korban bencana asap dengan ambulans yang selalu siaga 24 jam, dan posko dilengkapi dengan beragam fasilitas yang memadai seperti dokter dan perawat, ruang periksa dan ruang inap AC," katanya.

Fasilitas pendukung lainnya adalah fasilitas pemeriksaan kesehatan, pemurni udara, tabung oksigen, alat pengasapan, obat- obatan, box bayi, fasilitas ambulans, konsumsi, ruang bermain anak dan lainnya yang dibutuhkan korban terpapar asap.

Baca juga: Wali Kota Pontianak instruksikan tunda olahraga karena asap karhutla

Indra menjelaskan sumbangan yang berdatangan donatur juga banyak mulai dari makanan, buah-buahan, susu ibu hamil dan fasilitas menunjang kesehatan lainnya yang bisa diberikan pada warga terpapar asap yang berkunjung ke posko.

"Korban terpapar asap sejak Kamis (19/9) tercatat sebanyak 876 Kepala keluarga (KK), dan pasien yang berobat 706 orang dan yang tinggal menginap 204 orang," katanya.

Sementara itu, terkait makin membludaknya jumlah pasien, ia mengakui kini obat-obatan yang tersedia makin menipis, bahkan untuk ruang inap pun sudah penuh hingga ke lantai tiga.

"Sekarang untuk mengantisipasi membludaknya jumlah pasien dan kamar rawat inap sudah penuh, kita kini lebih mengarahkan pasien berobat ke posko kesehatan yang telah di buka oleh Pemerintah Kota Pekanbaru dan PKS juga berharap agar Pemrov Riau segera mengatasi bencana ulah manusia ini," katanya.

Terkait daerah ini masih mengalami kemarau panjang dan minim hujan, maka kami menyarankan Pemerintah Provinsi Kota Pemkanbaru membuat edaran agar seluruh warga Kota Pekanbaru melaksanakan Sholat Istisqa bersama-sama secara serentak, sehingga musibah kabut asap cepat berlalu.
 

Pewarta: Frislidia
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Udara di Riau berbahaya, pasien digratiskan

Komentar