counter

RI konsisten tingkatkan ekspor produk potensial ke China

RI konsisten tingkatkan ekspor produk potensial ke China

Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita dalam pertemuan ASEAN Free Trade Area (AFTA) Council Meeting di Bangkok, Thailand, beberapa waktu lalu. ANTARA/Indra Arief Pribadi/am.

Ini merupakan awal kerja sama yang baik. Kita harap kerja sama ini dapat meningkatkan ekspor produk-produk potensial Indonesia dan mengisi pasar-pasar di China
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyampaikan bahwa Indonesia dan China konsisten dalam meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan.

Mendag menyampaikan hal itu dalam pertemuan bilateral dengan Executive Deputy Director of the Administrative Committee of Guangxi Pingxiang Integrated Free Trade Zone Wang Fanghong.

Pertemuan dilakukan di sela-sela persiapan pameran China-ASEAN Expo ke-16 di Pingxiang, Guangxi, Jumat (20/9).

Baca juga: China janji penuhi permintaan Indonesia perkecil selisih dagang

Baca juga: Mendag bertemu sejumlah pengusaha China


“Ini merupakan awal kerja sama yang baik. Kita harap kerja sama ini dapat meningkatkan ekspor produk-produk potensial Indonesia dan mengisi pasar-pasar di China,” ujar Mendag Enggar lewat keterangannya yang diterima di Jakarta, Minggu.

Mendag menjelaskan pertemuan kali ini meruapakan tindak lanjut dari pertemuan Mendag sebelumnya dengan Menteri General Administration of Customs (GACC) di Beijing beberapa waktu lalu yang membahas tentang daerah perdagangan bebas di China.

Menurut Mendag, zona perdagangan bebas di dua provinsi yaitu Guangxi dan Fujian dapat menjadi pintu masuk bagi produk sarang burung walet setengah jadi, produk buah-buah dan produk lainnya ke China.

Hal tersebut karena dua provinsi tersebut memiliki kekhususan sebagai zona perdagangan bebas.

“Kota Pingxiang di Provinsi Guangxi dan Provinsi Fujian mendapat kekhususan dari Pemerintah China sebagai daerah ekonomi spesial. Kedua kota tersebut dapat menerima berbagai komoditas yang kemudian akan diolah dan menjadi pintu masuk ke pasar China. Komoditas Indonesia dapat masuk melalui jalur darat dan laut,” kata Mendag.

Baca juga: Menanti kiprah ITPC dalam mengatasi defisit perdagangan dengan China

Pada kesempatan ini, Enggar juga menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Edible Bird’s Nest Processing Project Settled In antara Pemerintah China dan perwakilan perusahaan FKS Group dari Indonesia.

Penandatanganan dilakukan oleh Executive Deputy Director of the Administrative Committee of Guangxi Pingxiang Integrated Free Trade Zone Wang Fanghong dan Edy Kusuma dari perusahaan FKS Group.

Sebelumnya, Mendag bersama Wang Fanghong mengunjungi perbatasan darat China dan Vietnam di Pingxiang yang merupakan rute jalan darat masuknya komoditas dari negara-negara ASEAN seperti Thailand dan Vietnam ke China.

“Kita harus bisa mengoptimalkan potensi ekspor produk Indonesia ke China karena China memberi kesempatan pada Indonesia untuk memasukkan berbagai produknya ke China. Peluang inilah yang harus kita manfaatkan sebaik-baiknya,” pungkas Mendag.

Pada pertemuan ini, Mendag juga mempromosikan Trade Expo Indonesia ke-34 yang akan diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibiton (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD) City, Tangerang pada 16—20 Oktober 2019.

Baca juga: Mendag: Idealnya Indonesia punya dua pusat promosi di China
 

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jokowi ajak PM Belanda kerja sama bidang vokasi, perdagangan dan investasi

Komentar