counter

Ekspedisi kas keliling sudah singgahi 42 pulau 3T

Ekspedisi kas keliling sudah singgahi 42 pulau 3T

Karyawan Bank Indonesia (BI) menurunkan tromol berisi uang Rupiah saat hendak melaksanakan penukaran uang lusuh di pulau Komodo dalam kegiatan Ekspedisi Kas Keliling pulau Terluar, Terdepan dan Tertinggal (3T) hari kedua di Pulau Komodo,Kabupaten Manggarai Barat, NTT Minggu (22/9/2019) . ANTARA/Kornelis Kaha

Ini sangat bagus sekali dengan kerja sama dengan TNI AL
Kupang (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) sampai September 2019 mencatat ada 42 pulau tertinggal, terdepan dan terluar (3T), yang sudah disinggahi untuk menggelar ekspedisi kas keliling.

"Sebenarnya secara nasional selama 2019 ini kita targetkan ada 40 pulau 3T yang harus kita singgahi, namun sampai dengan September ini sudah ada kurang lebih 41 pulau 3T yang sudah disinggahi artinya bahwa sudah terpenuhi saat ini," kata Kepala Departemen Pengelolaan Uang (DPU) Heru Pranoto kepada Antara di desa Komodo, Pulau Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Minggu.

Hal ini disampaikan berkaitan dengan program ekspedisi kas keliling BI kerja sama dengan TNI AL untuk menukarkan uang lusuh disertai dengan program sosial BI serta sosialisasi ciri keaslian uang Rupiah di daerah 3T di Indonesia.

Baca juga: Di Pulau Komodo, Tim Ekspedisi Kas Keliling BI disambut tarian Manca

Ia memastikan jumlah penukaran uang Rupiah di daerah 3T melalui ekspedisi kas keliling akan naik terus jumlahnya pada tahun ini, karena pada November atau Desember juga akan ada penukaran uang lusuh melalui program ekspedisi kas keliling.

"Ini sampai Desember akan kita lakukan terus program ekspedisi kas keliling, sudah pasti akan melewati target," tuturnya.

Dia mengatakan bahwa BI sendiri memang tetap berusaha memberikan pelayanan kepada masyarakat Indonesia sampai ke pelosok daerah dan itu dilakukan setiap tahunnya di seluruh daerah 3T di Indonesia.

Heru juga menambahkan bahwa dalam sekali ekspedisi kas keliling ke daerah 3T, modal yang dibawa untuk penukaran uang lusuh kurang lebih Rp5 miliar sekaligus untuk penukaran uang logam.

Kedatangan Heru ke NTT sendiri adalah untuk memantau secara langsung proses penukaran uang lusuh dan ingin memastikan program ekspedisi kas keliling BI kerja sama dengan TNI AL itu berjalan dengan lancar.

"Ini sangat bagus sekali dengan kerja sama dengan TNI AL. Bahkan kita juga kerja sama dengan perbankan," tutur dia.

Namun kedepannya tambah Heru kerja sama dengan perbankan akan ditingkatkan lagi sehingga wilayah-wilayah 3T akan diperbanyak dengan kas titipan. 

Baca juga: Di Sumba, warga desa ini antusias tukar uang lusuh hingga Rp200 juta
Baca juga: Ekspedisi kas keliling bukti negara hadir bagi masyarakat

Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menukar uang lusuh di pulau perbatasan dengan Malaysia

Komentar