counter

Banyak sepeda motor tanpa plat lalu lalang di Pulau Tidung

Banyak sepeda motor tanpa plat lalu lalang di Pulau Tidung

Deretan sepeda motor milik warga di Pulau Tidung Kepulauan Seribu terparkir di jalanan depan rumah warga, Minggu (22/9/2019) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Kepulauan Seribu (ANTARA) - Beragam keunikan ditemukan di Pulau Tidung Besar, Kepulauan Seribu, di Jakarta. Salah satunya kebiasaan masyarakat mengendarai sepeda motor tanpa plat nomor polisi dan tanpa pelindung kepala.

Pantauan ANTARA, Minggu, banyak warga beraktivitas menggunakan sepeda motor berlalu lalang di jalanan Pulau Tidung Besar, keramaian ini hampir sama seperti suasana di jalanan daratan bedanya warga kebanyakan menggenakan pelindung kepala.

Saat berjalan di Jalan Ikan Baronang lebih dari 10 kendaraan tanpa plat motor melintas di jalanan tersebut, beberapa di antaranya juga sudah mati tahun pajak TNKB.

​​​​​​Menurut Napsir (56) warga kelahiran Pulau Tidung penggunaan sepeda motor sudah lama berlangsung dari mulai jumlahnya satu dua, kini hampir semua warga memiliki sepeda motor.

Warga lebih banyak terlihat beraktivitas menggunakan sepeda motor untuk berpindah dari rumahnya menuju Jembatan Cinta atau menuju tempat lainnya.

Jarang warga menggunakan sepeda kayuh, justru pengunjung wisata yang mendominasi penggunaan sepeda sehingga banyak juga rental sepeda di wilayah tersebut.

"Jarak tempuh kan tidak terlalu jauh jadi jarang yang pakai helm di sini," kata Napsir.

Terkait banyaknya kendaraan sepeda motor tanpa plat kendaraan dan beberapa kendaraan ditemukan sudah tidak berlaku plat kendaraannya ada yang berakhir pada 2017 dan 2018.

Juga baca: Andi/Rif hebohkan panggung Eco Music Camp Pulau Tidung

Juga baca: Kepulauan Seribu ingin tingkatkan kunjungan wisata

Juga baca: Kenalkan Kepulauan Seribu ke mancanegara lewat pertunjukan musik

Menurut Napsir, pemandangan tersebut sudah biasa di kampungnya, alasanya karena pengurusan TNKB jauh ke daratan Jakarta.

"Motor saya juga udah mati pajak, udah tahunan," katanya.

Napsir mengatakan jarang terjadi razia petugas, tapi sekalinya ada razia polisi setempat banyak kendaraan warga yang ditilang.

Kendaraan sepeda motor warga yang terjaring razia petugas diangkut dan dibawa ke Muara Kamal untuk diproses petugas.

"Pernah ada razia motor-motor pada diangkutin satu kapal penuh termasuk motor anak saya," kata Napsir.

Beberapa warga yang ditemui beralasan tidak menggunakan helm berkendaraan karena jarang ada warga yang menggunakannya.

Alasan lainnya karena sudah terbiasa dan jarak tempuh yang dilalui tidak seperti di daratan. Jalanan rumah warga hanya seluas kurang lebih satu meter, terbuat dari 'paving blok' bukan jalanan aspal.

Beberapa warga yang kendaraanya sudah mati pajak berencana menjadikannya sebagai Bentor atau becak motor yakni salah satu transportasi publik di Pulau Tidung yang berfungsi mengangkut barang dan juga orang.

Kepala Sudin Pariwisata dan Kebudayaan Kepulauan Seribu, Cucu Ahmad Kurnia menyebutkan kepemilikan sepeda motor bagi warga Tidung sebagai tanda status sosial.

"Karena tidak semua yang punya sepeda motor, jadi naik motor itu soal status sosial," kata Cucu.

Sekretaris Lurah Kepulauan Tidung Haji Saudin mengatakan sepeda motor mulai masuk di wilayahnya sekitar tahun 1990 an.

Selain ada sepeda motor transportasi di Pulau Tidung juga terdapat Bentor atau becak motor yang mulai ada tahun 2010.

"Bentor hanya ada khusus di Pulau Tidung, di pulau lain tidak banyak paling 10 bentor, di Tidung ada 100 bentor," katanya.

Sementara itu Kapolres Kepulauan Seribu, AKBP Muhammad Sandy mengatakan kebiasaan warga kepulauan berkendaraan tanpa menggunakan helm dan tidak memiliki plat kendaraan adalah pelanggaran yang tidak bisa dibiarkan.

Ia mengatakan warga kepulauan punyan kearifan lokal yang sangat erat, sehingga perlu edukasi untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya aman berkendaraan.

"Kita terus memberikan edukasi kepada masyarakat, lebih mengedepankan preventif dan imbauan agar berkendaraan di jalan lebih aman," kata Sandy.

Sandy menambahkan pihaknya pernah melakukan beberapa kali penegakan hukum, terakhir pada tahun 2014.

Untuk membangun kesadaran masyarakat amat berlalu lintas, Polres Kepulauan Seribu melakukan edukasi melalui tokoh masyarakat dan pelajar..

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pengembang Pulau Pari minta penggarap illegal hengkang

Komentar