counter

Citilink-GMF bentuk anak usaha bidang pendidikan

Citilink-GMF bentuk anak usaha bidang pendidikan

Dokumentasi - Pesawat Citilink di Hanggar 4 GMF, Tangerang, Banten. ANTARA FOTO/Lucky R

Komposisi kepemilikan saham adalah 80 persen Citilink dan 20 persen GMF
Jakarta (ANTARA) - Maskapai berbiaya murah PT Citilink Indonesia bersinergi dengan perusahaan perawatan pesawat PT GMF AeroAsia  Tbk membentuk anak usaha bidang pendidikan aviasi dan nonaviasi yaitu PT Garuda Ilmu Terapan Cakrawala Indonesia (GITC Indonesia).

Komposisi kepemilikan saham dari dua perusahaan Garuda Indonesia Group ini adalah 80 persen Citilink dan 20 persen GMF.

Direktur Utama Citilink Juliandra Nurtjahjo dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin mengatakan GITC Indonesia yang berdiri pada 30 Agustus 2019 ini merupakan bentuk ekspansi bisnis Citilink dalam bidang pendidikan dan pengembangan kualitas SDM, serta dalam rangka mendukung operasional penerbangan.

Baca juga: Citilink targetkan pendapatan tambahan 60 juta dolar AS
Baca juga: Citilink pindah ke Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta


Pada tahap awal ini GITC Indonesia akan menyediakan fasilitas pendidikan bagi SDM untuk menunjang kegiatan operasional di lingkungan Garuda Indonesia Group, termasuk pendidikan untuk pilot, awak kabin, engineer, dan juga pegawai darat.

"Dengan fasilitas, sarana dan prasarana yang mumpuni serta tenaga pengajar yang ahli di bidangnya diharapkan GITC Indonesia mampu menghadirkan pendidikan di bidang aviasi yang berkualitas baik dan terpercaya," kata Juliandra.

Ke depannya, GITC Indonesia akan membuka fasilitas pendidikan di bidang aviasi untuk umum. Adapun pelatihan yang disediakan mulai dari pendidikan untuk operasional maskapai (airline operation) hingga pendidikan untuk pengembangan bisnis maskapai (airline business).

Untuk memberikan kualitas pendidikan terbaik GITC yang saat ini bertempat di Duri Kosambi, Cengkareng, dilengkapi berbagai fasilitas penunjang yang lengkap mulai dari ruang kelas, lounge, asrama hingga simulator berbagai tipe pesawat seperti Airbus A320, Airbus A330, Boeing 737-800NG, ATR 72-600, dan CRJ1000.

Baca juga: GMF tawarkan perawatan pesawat lebih murah dibandingkan MRO asing

Sementara itu, Direktur Utama GMF Tazar Marta Kurniawan mengatakan pendirian anak usaha ini merupakan upaya GMF dalam rangka pemenuhan kualitas SDM yang dapat mendukung ekspansi bisnis.

Melalui pembentukan anak usaha yang fokus terhadap pengembangan kualitas dan pelatihan tenaga kerja, ke depannya GITC diharapkan dapat melahirkan teknisi-teknisi andal untuk mendorong percepatan pertumbuhan bisnis GMF.

"Ke depannya kami berupaya memperluas jangkauan penyedia pelatihan teknisi pesawat dengan menyasar pelanggan lain di luar Garuda Indonesia Group melalui GITC  Indonesia," ungkap Tazar.

Adapun bentuk pelatihan yang disediakan bersifat mandatory training, sehingga usaha gabungan ini memiliki potensi pasar yang besar dengan menarik MRO lain baik domestik maupun internasional.

Baca juga: Hemat 20 persen, Airbus gandeng GMF

Pewarta: Juwita Trisna Rahayu
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Penerbangan komersial perdana dari Bandara Kertajati

Komentar