counter

Warga Langsa-Aceh diminta tak panik akibat dampak kabut asap

Warga Langsa-Aceh diminta tak panik  akibat dampak kabut asap

Kabut asap menyelimuti Pelabuhan Mahalayati di Aceh Besar, Senin (23/9/2019). (FOTO ANTARA/Irwasyah Putra)

Masyarakat tetap tenang dan tidak panik, gunakan pelidung atau masker jika melaksanakan kegiatan di luar ruangan
Langsa, Aceh (ANTARA) - Wali Kota Langsa, Provinsi Aceh  Usman Abdullah mengimbau kepada warga setempat agar tetap tenang, dan tidak panik dalam menghadapi bencana kabut asap sepekan terakhir akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah provinsi di Sumatera.

"Imbauan itu tertuang dalam instruksi Wali Kota Langsa Nomor 800/2844/2019. Isinya meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik, menggunakan pelidung atau masker jika melaksanakan kegiatan di luar ruangan," kata Wakil Wali Kota Langsa, Marzuki Hamid di Langsa, Aceh, Senin.

Instruksi wali kota Langsa ini dikeluarkan usai dirinya memimpin rapat koordinasi akibat bencana kabut asap kiriman karena karhutla di Sumatera guna meminimalisasi dampak negatif bagi warga setempat yang diikuti oleh pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Langsa.

Khusus bagi ibu-ibu yang sedang mengandung dan mempunyai bayi atau anak di bawah usia lima tahun diminta agar membatasi kegiatan di luar ruangan.

Sebab, lanjutnya, bagi bayi dan anak-anak di usia tersebut, mudah terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang bisa menjadi penyebab kematian, seperti menimpa salah seorang keluarga di Pekanbaru, Riau belum lama ini.

Selain itu, warga diminta menghentikan pembakaran sampah di lingkungannya, sebagai upaya pencegahan kepekatan kabut asap di Kota Langsa, dan pengendara kendaraan bermotor diharapkan dapat menyalakan lampu di siang hari agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Tetap jaga ketertiban lalu lintas, kesehatan dengan asupan gizi teratur, memperbanyak mengonsumsi air putih, dan istirahat yang cukup. Segera ke sarana pelayanan kesehatan terdekat, apabila mengalami kesulitan bernapas atau kesehatan lainnya," katanya.

Ia mengatakan, sebagai tindak lanjut penanganan kabut asap, Pemerintah Kota Langsa melalui Dinas Kesehatan setempat akan segera membagikan masker kepada pengendara sepeda motor yang berlokasi di beberapa tempat.

"Pembagian masker ini bertujuan untuk menghindari polusi asap dampak kebakaran hutan dan lahan di Sumatera, sehinga masyarakat dapat terhindar dari penyakit asma," kata Marzuki Hamid.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pekan lalu menyebut, luas hutan dan lahan yang terbakar di seluruh Indonesia selama Januari hingga Agustus 2019 mencapai 328.724 hektare.

"Luas lahan terbakar terbanyak ada di Provinsi Riau, yaitu mencapai 49.266 hektare," kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Agus Wibowo.

Ia merincik kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di Kalimantan Tengah dan mencakup area seluas 44.769 hektare.

Selain itu kebakaran hutan dan lahan meliputi area seluas 25.900 hektare di Kalimantan Barat, area seluas 19.490 hektare di Kalimantan Selatan, 11.826 hektare lahan di Sumatera Selatan, dan 11.022 hektare lahan di Jambi.

Baca juga: Kota Langsa diselimuti asap

Baca juga: Kabut asap karhutla mulai selimut pusat kota Banda Aceh

Baca juga: Asap tebal, nelayan Aceh diimbau tidak terlalu jauh melaut

Pewarta: Muhammad Said
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemerintah targetkan Aceh sebagai sentra garam Sumatera

Komentar