counter

40 anak korban kebakaran Jatinegara jalani pemulihan trauma

40 anak korban kebakaran Jatinegara jalani pemulihan trauma

40 anak dan balita di penampungan Masjid Al Barkah Rawabunga, Jakarta Timur, menjalani kegiatan trauma healing, Senin (23/9/2019). Kegiatan tersebut untuk memulihkan trauma korban usai kebakaran yang melanda 129 rumah. ANTARA/Andi Firdaus

Jakarta (ANTARA) -
Sebanyak 40 balita dan anak-anak usia Sekolah Dasar korban kebakaran di RW01 Rawabunga, Jatinegara, Jakarta Timur, menjalani pemulihan trauma dari sejumlah instansi terkait, Senin.
 
"Kegiatan trauma healing ini dilakukan sejumlah anggota Bhayangkari dari kepolisian dan pegawai dari Kementerian Sosial," kata Ketua RW 01 Rawabunga, Dwi Lestari di Jakarta.
 
Menurut dia, kegiatan penyembuhan trauma dalam bentuk permainan edukasi serta dongeng.
 
Tidak kurang dari 40 balita dan anak-anak ikut dalam kegiatan yang digelar di pelataran Masjid Al Barokah maupun tenda pengungsian di RT 04 RW 01 Rawabunga itu.

Baca juga: Kebakaran di Jatinegara hanguskan 129 rumah
Baca juga: Petugas evakuasi 2,5 ton puing yang terbakar di Jatinegara
Baca juga: Tiga warga Jatinegara terluka saat kebakaran
 
Dwi menyebutkan, korban kebakaran dari kalangan balita dan anak-anak terdiri atas 0-5 bulan sebanyak enam orang, 6-9 bulan tiga orang, 10-24 bulan delapan orang dan 24 bulan ke atas sebanyak 23 orang.
 
"Mereka adalah korban kebakaran di RT 03 dan RT 04 RW 01 Rawabunga. Rumahnya ludes terbakar," katanya.
 
Dwi juga memastikan seluruh bantuan logistik bagi korban anak-anak telah mencukupi, seperti popok, pakaian salin, selimut hingga asupan makanan tambahan bagi balita.
 
"Alhamdulillah, semua bantuan melimpah. Sejak kemarin banyak pihak yang membantu," katanya.

Kebakaran di dua kelurahan Jatinegara terjadi pada Sabtu (21/9) pukul 00.53 WIB. Petugas pemadam kebakaran setempat mencatat tidak kurang dari 452 warga diungsikan akibat kebakaran.

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Polisi pulihkan psikologi anak-anak korban kerusuhan Wamena

Komentar