Ary Juliyant tampil beda saat bawakan "Overhang" di Napak Tilas Perupa

Ary Juliyant tampil beda saat bawakan "Overhang" di Napak Tilas Perupa

Ary Juliyant & The Badjigur Bluegrass, Minggu (22/9) malam, beratraksi kembali melalui aliran Blue Grass ala Ary Juliyant diantaranya mendendangkan tembang "Overhang" di Taman Budaya Nusa Tenggara Barat dalam rangkaian acara Art Exhibition Napak Tilas Perupa NTB. (ANTARA/Riza Fahriza)

Mataram (ANTARA) - Ary Juliyant & The Badjigur Bluegrass, Minggu (22/9) malam, beratraksi kembali melalui aliran Blue Grass ala Ary Juliyant, di antaranya mendendangkan tembang "Overhang" di Taman Budaya Nusa Tenggara Barat dalam rangkaian acara Art Exhibition Napak Tilas Perupa NTB.

Namun penampilan dia kali ini agak berbeda saat menyanyikan lagu "Overhang".

Ary Juliyant yang akrab dipanggil Kang Ary ini bermain melalui tuts piano bukannya dawai banjo. Itu tidak jadi masalah, ditutupi dengan kepiawaian Yuga Anggana dalam gitar, Wawan bass, serta Arief Prasojo biola.

"Overhang" merupakan tembang petualangan yang menggambarkan bagaimana aksi para pemanjat merayap perlahan-lahan di batuan cadas, saat nyawa melayang terus mengintip bila salah pegangan jari jemari.

"Puncak tebing batu terjal, tengah menantikan hadir di sana, kupanjati batu terjal untuk membawaku hadir di sana. Overhang di depan menghadang, Overhang tersenyum merangsang. Bila Aku ragu berpegang, ku jatuh melayang..."

Demikian bait lagu dari tembang "Overhang" yang dinyanyikan Presiden Indie Indonesia yang terkenal dengan konsep gerilyanya dalam menularkan virus ke para penikmat musik di tanah air.

Baca juga: The Brandals kembali menghentak dengan single terbaru

Baca juga: Harlan Boer siapkan pesta perilisan album baru


Tembang soal alam tidak hanya berhenti di sana saja, dilanjutkan dengan "Demi Manusia".

"Kita selalu lupa memperlakukan alam lebih baik, bayangkan saja alam sudah memberikan kita udara segar tapi manusia tidak pernah memberi imbal balik dalam mengurus alam," kata Kang Ary.

"Daun panakan kehidupan, menungkan nuansa, berjuta tahun memutarkan damai, demi manusia...", itu penggalan bait dari lagunya Demi Manusia.

Tembang lainnya yang dimainkan malam itu, di antaranya, "Lepas Padang Bay". Secara keseluruhan lewat penampilan malam itu, telah memberikan aura segar di Kota Mataram dengan celotehannya melalui permainan apik Ary Juliyant & The Badjigur Bluegrass yang tidak lupa dengan atraksi permainan harmonikanya.

Maka tidak salah jika Kang Ary Juliyant asal dari Paris van Jawa alias Kota Bandung dan lama mengembara di Pulau Lombok, dinobatkan sebagai Sang Presiden Indie.

Baca juga: Perjalanan menembus waktu lewat Ary Juliyant & The Badjigur Bluegrass

Baca juga: Memperkuat komunitas musik indie lewat bisnis pakaian

Baca juga: "Based on True Story: Pure Saturday" angkat fenomena musik indie

Pewarta: Riza Fahriza
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Penyempurnaan taman spot budaya

Komentar