counter

SMK Wikrama dikunjungi delegasi Pusat Regional Pangan-Gizi ASEAN

SMK Wikrama dikunjungi delegasi Pusat Regional Pangan-Gizi ASEAN

Delegasi negara Organisasi Menteri-Menteri Pendidikan se-Asia Tenggara pada Pusat Regional Asia Tenggara untuk Pangan dan Gizi (Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Center for Food and Nutrition (SEAMEO RECFON), mengunjungi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Wikrama Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (23/9/2019). (FOTO ANTARA/HO-Humas SMK Wikrama)

Jakarta (ANTARA) - Delegasi dari 11 negara Organisasi Menteri-Menteri Pendidikan se-Asia Tenggara pada Pusat Regional Asia Tenggara untuk Pangan dan Gizi (Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Center for Food and Nutrition (SEAMEO RECFON), Senin, mengunjungi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Wikrama Kota Bogor, Jawa Barat.

"Kami dipilih SEAMEO REFCON untuk dikunjungi guna melihat program dan implementasi upaya peningkatan gizi di sekolah," kata Kepala SMK Wikrama Iin Mulyani, S.Si disela-sela menerima kunjungan itu.

Didampingi Humas SMK Wikrama Bogor Ruddy Benyamin, ia menjelaskan delegasi SEAMEO REFCON itu pada 22-26 September 2019 menyelenggarakan pertemuan tahunan Governing Board Meeting (GBM) ke-9 program "Gizi Untuk Prestasi" (Nutrition Goes to School) di Bogor.

Dalam kunjungan yang dipimpin langsung Direktur SEAMEO REFCON dr Muchtaruddin Mansyur, Ph.D itu, mereka melalukan diskusi dengan pemangku kepentingan terkait, seperti perwakilan sekolah, Dinas Kesehatan --baik dari Kota Bogor maupun Kabupaten Bogor-- dan juga melihat program lingkungan hidup dan juga aspek kesehatan lainnya di sekolah yang selama ini sudah mencatatkan prestasi emas, baik di tingkat daerah, nasional dan internasional itu.

Iin Mulyani menambahkan bahwa di SMK Wikrama, sejak awal, peserta didik sudah dikenalkan dengan dunia yang berkaitan dengan lingkungan hidup, yang di dalamnya sudah masuk agenda-agenda gizi, makanan dan kesehatan.

"Sehingga pada dasarnya di sekolah, masalah tentang lingkungan dan kesehatan sudah bukan hal baru," katanya.

Pembina Yayasan Perguruan Wikrama Indonesia --yang mengelola sejumlah SMK Wikrama di beberapa daerah-- Ir Itasia Dina Sulvianti menambahkan bahwa SMK Wikrama Bogor sudah meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata Mandiri dan Adiwiyata Nasional berkali-kali.

Program Adiwiyata bertujuan untuk menciptakan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan. Melalui Adiwiyata, diharapkan dapat mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Baca juga: Kejar.id, aplikasi dari SMK untuk pendidikan Indonesia

Baca juga: "SmartTren Ramadhan" SMK Wikrama Bogor ditambahkan multikulturalisme

 
Rumah (Kumbung) Jamur, salah satu program kewirausahaan di SMK Wikrama, Kota Bogor, Senin (23/9/2019) dikunjungi Delegasi negara Organisasi Menteri-Menteri Pendidikan se-Asia Tenggara pada Pusat Regional Asia Tenggara untuk Pangan dan Gizi (Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Center for Food and Nutrition (SEAMEO RECFON). (FOTO ANTARA/HO-Humas SMK Wikrama)


Menurut Itasia, di dalam program Adiwiyata sudah tercakup upaya-upaya kesehatan sekolah, sehingga di sekolah naungan Perguruan Wikrama Indonesia, budaya sehat sudah menjadi keseharian mereka.

Dengan kunjungan delegasi SEAMEO REFCON itu, kata dia, akan kian memperkuat program di sekolah itu guna ditularkan ke sekolah lainnya.

"Intinya, tentu kami sangat ingin melihat generasi muda Indonesia sehat rohani dan jasmaninya," katanya.

Dalam kunjungan itu, wakil-wakil 11 negara ASEAN diajak berkeliling ke titik program lingkungan di SMK Wikrama Bogor, seperti di kebun sekolah yang memanfaatkan area terbuka di lantai IV, rumah (kumbung) jamur, dan area lainnya.*

Baca juga: Jurusan OTKP SMK Wikrama juara se-Jawa Bali

Baca juga: Mie Ganyong antar SMK Wikrama Juara 1 lomba pangan Kementan

Pewarta: Andi Jauhary
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden RI Jokowi terima kunjungan resmi PM Belanda

Komentar