Volume semburan lumpur di Kutisari Surabaya berkurang

Volume semburan lumpur di Kutisari Surabaya berkurang

Volume semburan lumpur bercampur gas yang keluar di depan halaman rumah milik Liswati, warga Perumahan Kutisari Indah Utara III/19, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Senin (23/9/2019) pada Selasa pagi ini mulai berkurang. (istimewa)

kalau saya tutup berulang-ulang akan muncul di tempat yang lain juga
Surabaya (ANTARA) - Volume semburan lumpur bercampur gas yang keluar di depan halaman rumah milik Liswati, warga Perumahan Kutisari Indah Utara III/19, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Kota Surabaya, Jawa Timur mulai Senin (23/9), pada Selasa pagi ini mulai berkurang.

"Tadi pagi ke sana. Saya lihat sudah berkurang volumenya, tapi masih keluar," kata salah seorang warga setempat yang juga Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD Surabaya William Wirakusuma kepada ANTARA di Surabaya.

Menurut dia, semburan lumpur Selasa pagi ini tidak seperti yang terjadi pada Senin (23/9) siang hingga malam.

"Saya bisa lihat perbedaan semburan lumpur yang kemarin dan yang sekarang," ujarnya.

Baca juga: Semburan lumpur keluar di rumah warga di Surabaya

Saat ditanya apakah pemilik rumah diungsikan untuk sementara waktu sejak Senin (23/9) malam, Sekretaris DPD PSI Surabaya itu, mengatakan bahwa pihaknya masih melihat pemilik rumah di kediamannya pada Selasa pagi.

"Sepertinya tidak mengungsi. Tapi gak tahu kalau pagi-pagi balik ke rumahnya," katanya.

William mengatakan bahwa kondisi di sekitar semburan lumpur saat ini aman terkendali sehingga warga setempat tidak perlu khawatir.

Apalagi, kata dia, semburan lumpur seperti itu sering terjadi di kawasan Kutisari.

"Sepertinya aman, tapi supaya lebih jelasnya tanya ke Dinas Lingkungan Hidup," katanya.

Salah satu pegawai Bagian SDM PT Klasik Prima Karpet, Waskita, pada kesempatan sebelumnya mengatakan dirinya dipanggil pimpinan PT Klasik Prima Karpet, Lisawati, untuk mengecek adanya semburan lumpur di rumah dinasnya di Kutisari Indah Utara III/19, sekitar pukul 13.00 WIB.

"Setelah saya lihat ternyata ada semburan lumpur. Saya mencoba menghambat dengan menutup lubang semburan lumpur dengan plastik. Ternyata bisa tersumbat, tapi kemudian pindah ke titik lain. Saya tutup lagi, tapi pindah ke titik lainnya. Saya simpulkan kalau saya tutup berulang-ulang akan muncul di tempat yang lain juga," ujarnya.

Mendapati hal itu, Waskito menghentikan menutup semburan lumpur tersebut dan kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak RT dan RW.

Beberapa jam kemudian, datang pihak kepolsian, kelurahan, kecamatan, dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya.

"Mereka mau membantu memikirkan solusinya," katanya.

Baca juga: Legislator minta warga Surabaya tidak resah adanya semburan lumpur
Baca juga: Kata peneliti ITS, semburan lumpur Sidoarjo bisa dihentikan dengan Bernoulli

Pewarta: Abdul Hakim
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar