counter

Lamak bana! Sepiring ramai-ramai di restoran Padang

Lamak bana! Sepiring ramai-ramai di restoran Padang

Chicken Platter di restoran Marco Padang, Pacific Place Mall Jakarta. (ANTARA News/ Nanien Yuniar)

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah rumah makan Padang umumnya menyajikan jejeran piring dua tumpuk berisi aneka lauk dan sambal yang bisa dipilih sesuka hati untuk disantap dengan nasi mengepul.

Sensasi itu juga dihadirkan oleh restoran Marco Padang lewat menu baru Special Padang Platters, berisi ragam lauk pauk dalam sepinggan untuk dimakan beramai-ramai.

Menu tersebut tergolong berbeda karena restoran di Pacific Place Mall Jakarta ini biasanya menyajikan masakan Padang Peranakan dengan nuansa santapan mewah atau fine dining. Pengunjung takkan melihat mejanya dipenuhi deretan piring kecil isi lauk pauk seperti rumah makan Padang pada umumnya.

"Ini untuk grup yang pengin makan ramai-ramai, ada kombinasi menu pilihan favorit dengan macam bumbu dalam satu platter," kata Santi Santi Sandra Widjaja, General Manager PT Artisan Kuliner Nusantara, pengelola restoran Marco Padang Peranakan.

Ada dua macam Padang Platters yang bisa dicoba, yakni Seafood Platter dan Chicken Platter dengan kisaran harga Rp310.000 - Rp450.000.
 
Seafood Platter di restoran Marco Padang, Pacific Place Mall Jakarta. (ANTARA News/ Nanien Yuniar)


Seafood Platter terdiri dari Barramundi Panggang Pacak yang rasanya pedas tapi manis, Udang Kentang Balado yang cocok untuk penikmat rasa pedas, Barramundi Fillet Lado Ijo yang bagian luarnya renyah karena digoreng serta Cumi Panggang dengan bumbu Padang yang enak disantap bersama nasi.

Tak terlalu doyan makanan laut? Chicken Platter bisa jadi pilihan, yang akan memanjakan para pencinta ayam karena menyuguhkan enam kombinasi rasa otentik Sumatera Barat.

Ayam Goreng Muda Padang Peranakan disebut jadi favorit konsumen karena renyah dan gurih. Cocok untuk dimakan tanpa atau dengan nasi.

Dagingnya lembut dan juicy karena berasal dari ayam usia di bawah tiga bulan, alasan mengapa menunya disebut ayam muda. Ukuran tiap potong relatif kecil, butuh setidaknya dua potong ayam agar terasa kenyang.

Jika lebih suka ayam berbumbu, ada ayam dengan bumbu Lado Merah, Lado Ijo, ayam panggang dan ayam pop.

Jangan lupa coba juga ayam goreng Bukittinggi yang dibumbui dengan asam jawa dan gula aren. Ayam yang tampilannya mirip dengan ayam bakar ini punya cita rasa manis, berbeda dengan lauk-lauk lainnya, memberi sensasi baru setelah lidah "dihajar" dengan rempah-rempah kaya rasa.

Porsi platter ini pas dinikmati tiga hingga empat orang yang ingin mencicipi banyak lauk dalam sekali makan.
 
Es kopi durian (kiri) dan es kopi alpukat di restoran Marco Padang, Pacific Place Mall Jakarta. (ANTARA News/ Nanien Yuniar)


Lengkapi pengalaman makan ramai-ramai dengan kreasi es kopi baru dengan kombinasi alpukat, durian atau cokelat.

Penikmat rasa pahit bisa lebih terpuaskan lewat es kopi durian yang berisi buah durian, es krim vanila serta kopi pekat yang bisa membuat mata terbelalak.

Tak masalah bila ingin yang manis. Es kopi alpukat punya rasa alpukat lebih dominan yang manis, sementara es kopi cokelat hanya meninggalkan aroma dan rasa kopi secara samar-samar.

Lamak bana (enak sekali)!

Baca juga: Nasi kotak ala Chef Juna hadir di Dailybox

Baca juga: Cicipi cokelat "hutan jamur" dan panna cotta Sakura dari Osaka

 

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Festival yang mengukuhkan dari mana cendol berasal

Komentar