Menlu bahas kemungkinan kunjungan Presiden Jokowi ke AS tahun depan

Menlu bahas kemungkinan kunjungan Presiden Jokowi ke AS tahun depan

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi (kanan) bertemu Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik David R Stilwell (kiri) di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York, AS, Senin (23/9/2019). ANTARA/HO/Kemlu RI

Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam pertemuan dengan Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik David R Stilwell, membahas kemungkinan kunjungan Presiden Joko Widodo ke AS tahun depan.

Pertemuan Menlu Retno dan Stilwell dilaksanakan di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York, AS, Senin (23/9).

“Kami membahas kemungkinan kunjungan presiden sekitar tahun depan setelah periode kedua (pemerintahan) beliau dimulai,” kata Retno dalam taklimat media yang disampaikan melalui video dari Kemlu RI, Selasa.

Baca juga: Indonesia-Amerika Serikat peringati 70 tahun hubungan diplomatik

Menurut Retno, pemerintah Indonesia tengah menyiapkan rancangan kerja sama bilateral untuk menyambut rencana kunjungan Presiden Jokowi ke Negeri Paman Sam.

“Kita harapkan pada saat nanti Presiden ke sana ada beberapa kerja sama konkret yang bisa kita persiapkan dari sekarang, termasuk diantaranya di bidang ekonomi,” ujar Retno.

Di sisi lain, Stilwell menyatakan pemerintah AS akan mengirim wakil untuk menghadiri pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden RI periode 2019-2024 pada 20 Oktober mendatang.

“Tadi disampaikan kemungkinan besar AS akan mengirim wakil pada saat inagurasi Presiden pada 20 Oktober, tetapi belum ditentukan siapa yang akan hadir,” kata Retno.

Baca juga: Amerika Serikat apresiasi pelaksanaan Pemilu Indonesia 2019

Selain rencana kunjungan Presiden Jokowi ke AS, Retno dan Stilwell juga membicarakan mengenai Pandangan ASEAN tentang Indo-Pasifik (ASEAN Outlook on Indo-Pacific).

Pandangan ASEAN yang didasarkan pada prinsip keterbukaan, transparan dan inklusif dengan mempromosikan dialog dan kerja sama, serta menjunjung hukum internasional untuk menyelesaikan isu regional diharapkan menjadi rujukan kerja sama di kawasan Indo-Pasifik.

Konsep pandangan yang diusulkan Indonesia dan telah diadopsi oleh para pemimpin ASEAN dalam pertemuan di Bangkok, Juni lalu, juga diharapkan menjadi petunjuk bagi negara-negara anggotanya untuk tidak memihak kepada kekuatan adidaya manapun dalam perebutan pengaruh di Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

“Sekali lagi David (Stilwell) mengatakan apresiasi terhadap kepemimpinan Indonesia dalam memperkenalkan draf mengenai Indo-Pasifik ASEAN yang akhirnya diadopsi oleh para pemimpin ASEAN,” ujar Retno.

Baca juga: AS tidak minta negara-negara Asia Tenggara memihak

 

Indonesia Kecam Langkah Sepihak AS

 

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar