Jambi gencarkan ruang pemulihan dampak asap di sekolah

Jambi gencarkan ruang pemulihan dampak asap di sekolah

Wakil Wali Kota Jambi Maulana mengecek tabung gas sebagai alat bantu pernapasan di ruangan pemulihan di sekolah-sekolah akibat dampak kebakaran hutan dan lahan. (ANTARA/Muhamad Hanapi)

Asap saat ini sangat berbahaya karena bercampur partikulat PM 2,5 yang bisa masuk ke alveoli karena ukurannya sangat kecil,
Jambi (ANTARA) - Wakil Wali Kota Jambi Maulana menggencarkan disediakannya ruang pemulihan bagi siswa yang terkena dampak kabut asap di sejumlah sekolah di kota itu.

"Kita melihat kesiapan dan memastikan apakah maklumat pemerintah Kota Jambi telah dilaksanakan oleh sekolah," kata Wakil Wali Kota Jambi Maulana saat melakukan pengecekan ke sekolah-sekolah di Jambi, Selasa.

Pemerintah kota itu menginstruksikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP)   menyediakan ruang pemulihan (recovery room).

Ruang tersebut nantinya berfungsi untuk memulihkan siswa yang mengalami sesak nafas akibat terpapar kabut asap dampak dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di daerah itu.

Dijelaskan Maulana, ruang pemulihan tersebut harus tertutup dari dunia luar dan kabut asap yang terjadi tidak masuk ke dalam ruangan.

Ruangan tersebut juga harus memiliki tempat tidur untuk siswa bersantai dan terdapat obat-obatan standar serta oksigen atau alat bantu pernapasan yang dapat digunakan oleh tenaga nonmedis, ujarnya.

Baca juga: Kualitas udara Jambi kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya


Penyakit yang disebabkan kabut asap misalnya Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dari saluran pernapasan atas hingga saluran pernapasan bawah. Terutama anak-anak yang menderita penyakit asma.

"Kabut asap yang terjadi saat ini sangat berbahaya karena bercampur debu, partikulat PM 2,5. Debu tersebut bisa masuk ke dalam alveoli karena ukurannya sangat kecil," kata Maulana.

Sementara itu, penderita ISPA di kota itu akibat dampak kabut asap jumlahnya cukup tinggi. Pada bulan Agustus yang lalu terdapat 11.251 penderita ISPA di kota itu. Dan pada bulan September sampai dengan minggu ke tiga (22/9) sudah terdapat 9.165.  Sehingga total penderita ISPA sejak Agustus hingga minggu ke 3 September ini berjumlah 20.416.

Sekolah yang dicek terkait penyediaan ruang  pemulihan tersebut di antaranya SD N 47 Kota Jambi, SMP 7 dan SMP 11 kota Jambi.

"Dari hasil pengecekan yang dilakukan, sekolah telah menyediakan ruang recovery, begitu pula sekolah yang telah disidak Sekda kemarin (Senin)," kata Maulana.


Baca juga: Polda Jambi tetapkan 37 tersangka Karhutla
 

Pewarta: Muhammad Hanapi
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kabut asap tak surutkan niat warga Palembang berolahraga

Komentar