Tenaga Ahli DPD RI daftar calon Bupati Sambas

Tenaga Ahli DPD RI daftar calon Bupati Sambas

Baher (baju kuning) mengambil formulir pendaftaran sebagai Balon Bupati Sambas 2020 dari partai PAN. ANTARA (Humas Baher)

Pontianak (ANTARA) - Tenaga Ahli DPR RI yang juga merupakan staf khusus Oesman Sapta Odang (OSO), Bambang Hermansyah atau lebih sering dipanggil Baher resmi masuk bursa Bakal Calon Bupati Sambas 2020 dan hal itu ditandai dengan mendaftarkan diri melalui Partai Nasdem dan PAN.

"Alhamdulillah kita sudah mendaftar di berbagai parpol yang sudah membuka penjaringan, di antaranya PAN, Nasdem," ujar pria kelahiran Kecamatan Pemangkat, 12 Mei 1988 dan tinggal di Desa Parit Baru Kecamatan Selakau saat dihubungi di Sambas, Selasa.

Terdapat 10 isu strategis Kabupaten Sambas yang menjadi konsentrasi alumni Pascasarjana Universitas Indonesia dan lulusan S1 terbaik Ilmu Administrasi Negara Universitas Tanjungpura tersebut.

"Isu Strategis Kabupaten Sambas yang menjadi konsentrasi kita adalah, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sambas seperti sektor pertanian, sektor perdagangan dan sektor Industri pengolahan," papar dia.

Selain itu, rendahnya indeks pembangunan manusia (IPM) serta minim nya ketersediaan infrastruktur dasar dan belum optimal nya pengembangan kawasan strategis dan cepat tumbuh, juga menjadi perhatian Baher.

"Kita juga melihat belum optimal nya kinerja aparat birokrasi dalam memberikan pelayanan publik, kemudian belum optimal nya pemanfaatan atau pengolahan dan sistem distribusi atau koneksi hasil produksi komoditas di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan kelautan,"jelas dia.

Tingginya angka kemiskinan dan tidak seimbang nya antara pertumbuhan angkatan kerja dengan kesempatan kerja, kata Baher juga mesti dicari solusi konkrit nya.

"Kemudian pengembangan kawasan perbatasan, dengan panjang perbatasan negara 97 Km sangat mendukung Sambas menumbuhkan pusat ekonomi baru di sepanjang perbatasan, pertahanan dan keamanan sepanjang perbatasan juga menjadi perhatian serius pemerintah,"jelasnya.

Isu lainnya pengembangan pendidikan, budaya, ekonomi kerakyatan dan investasi serta peningkatan kualitas kehidupan beragama dan budi pekerti yang harus ditingkatkan.

"Tata ruang (fisik dan visual) daerah dirancang dengan baik, konsentrasi dan visioner dengan melibatkan tokoh agama, tokoh adat dan budaya,tokoh masyarakat serta anak anak muda selaku penggerak ekonomi kreatif,"tukas nya.

Sementara itu, Juru bicara Tim Bambang Hermansyah, Amiruddin mengatakan, sudah saatnya generasi muda untuk maju menjadi pemimpin Sambas.

Baca juga: Polres Sambas segera berlakukan smart SIM

Baca juga: Kemenpora sasar Sambas sosialisasi pemuda anti tawuran

Baca juga: Demo mahasiswa warnai prosesi pelantikan anggota DPRD Sambas


"Sambas perlu pemimpin muda yang visioner dan berjiwa enterpreneur serta memahami kebutuhan pembangunan yang sesuai dengan tuntutan zaman,"ungkap nya.

Dia juga mengatakan, prinsip utama pembangunan Kabupaten Sambas ke depan adalah kemandirian dan produktif.

"Sambas harus mandiri dalam hal kebutuhan sembako, artinya kita mestilah menjadi Kabupaten yang produktif dan mampu memutus ketergantungan pasar dengan daerah lainnya, ini aplikasi yang akan menjadikan Sambas lebih maju secara ekonomi,"kata dia.

Pewarta: Dedi
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ketua KPU nilai regulasi e-rekapitulasi mendesak

Komentar