Gerakan "Maghrib Mengaji" di Depok gencar disosialisasikan

Gerakan "Maghrib Mengaji" di Depok gencar disosialisasikan

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (tengah) bersama Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi (kiri) melihat anak-anak mengaji saat Launching Maghrib Mengaji di Masjid Agung, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (03/12/2018). Kegiatan Maghrib Mengaji yang diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat tersebut bertujuan untuk mengajak masyarakat untuk membiasakan membaca AlQuran sehingga tidak buta huruf AlQuran. ANTARA FOTO/Nurul Ramadhan

Kita juga terus berjuang dalam menghidupkan tradisi selepas shalat Maghrib tetap membaca Al-Quran dengan melibatkan semua pihak
Depok (ANTARA) - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok H. Asnawi mengemukakan bahwa pihaknya saat ini bersama dengan Pemerintah Kota Depok Jawa Barat sedang gencar menyosialisasikan gerakan "Maghrib Mengaji".

"Kita sadari menjalankan 'Maghrib Mengaji' itu bukan perkara yang mudah di Depok. Sebab, kebanyakan anak-anak kita sekolah sampai sore, belum lagi ditambah dengan les. Meski begitu, kita juga terus berjuang dalam menghidupkan tradisi selepas shalat Maghrib tetap membaca Al Quran dengan melibatkan semua pihak," katanya di Depok, Jabar, Selasa.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Depok telah mengeluarkan surat edaran tentang "Magrib Mengaji" di tingkat kecamatan dan kelurahan. Surat edaran tersebut juga tindak lanjut dari program Provinsi Jabar yang telah diresmikan sebelumnya oleh Gubernur Ridwan Kamil.

"Kita juga mengajak organisasi, Lembaga Pendidikan Al Quran yang secara bersama untuk menyosialisasikan dan menjalankan program 'Maghrib Mengaji'. Di Depok ini ada 15 organisasi atau lembaga yang membawahi unit pendidikan yang berbasis Al Quran," katanya.

Tentunya, kata dia, program itu dapat dijadikan sebagai ajang pembentukan karakter, melalui pembiasaan sejak dini dengan membawa Al Quran untuk datang ke masjid, mushala, majelis taklim mengaji Al Quran.

"Selepas itu, baru dilanjutkan dengan belajar mata pelajaran untuk esok harinya," katanya.

Baca juga: Program magrib mengaji mendidik anak

Ia menambahkan, saat ini masih menjadi PR (pekerjaan rumah) bersama dalam mendidik masyarakat untuk bisa membaca Al Quran. Dengan adanya guru Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) dirasa sangat membantu tenaga pendidik di sekolah pada semua tingkatan.

"Sebanyak 20 ribu dari 33 ribu lulusan SD tidak bisa membaca Al Quran, belum yang lainnya. Data ini dari Dinas Pendidikan Kota Depok. Tentunya, kita sangat mendukung program ini dalam rangka mewujudkan kota religius di Depok," kata Asnawi.

Sementara itu Kabag Kesra Bidang Keagamaan Kota Depok Eka Firdaus mengapresiasi guru TPQ yang bekerja dengan penuh keikhlasan. Terlebih lagi, lanjutnya, dalam membantu mendidik masyarakat dalam membaca Al Quran.

"Kita patut mengapresiasi peran guru TPQ dalam melahirkan generasi yang bisa membaca Al Quran dan para hafidz. Diharapkan dengan program gerakan 'Maghrib Mengaji' di Depok yang sudah diedarkan melalui surat edaran dapat menciptakan generasi yang gemilang, generasi Qurani di masa mendatang," kata Eka Firdaus.


Baca juga: Polisi Bangka Barat bantu budayakan "Maghrib Mengaji" anak pesisir

Baca juga: Gerakan mengaji sebelum belajar digalakkan di Sambas-Kalbar

Baca juga: Gerakan "Sumsel Mengaji" dimaksimalkan melalui rumah tahfidz

Pewarta: Feru Lantara
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ikhtiar Jambi untuk memiliki 1.560 anak penghafal Qur'an

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar