Srikandi Milenial dukung revisi UU KPK

Srikandi Milenial dukung revisi UU KPK

Anggota Srikandi Milenial membentangkan spanduk dukungan terhadap revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat berdemonstrasi di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/9/2019). ANTARA/Andi Firdaus/am.

Jakarta (ANTARA) -
Sekitar 50 demonstran perempuan yang berprofesi sebagai mahasiswi dan model mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan, untuk mendukung revisi Undang-Undang tentang KPK, Rabu siang.
 
"Kami tergabung dalam wadah Srikandi Milenial Jakarta siang ini turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi politik kami terhadap KPK," kata Koordinator Srikandi Milenial, Yohanna Murtika di Jakarta.
 
Puluhan perempuan dengan rentang usia 18 hingga 25 tahun berkain batik itu datang membawa keranda jenazah ke depan Gedung KPK.
 
Mereka bersolek dengan dandanan milenial di bawah terik matahari untuk bergabung dengan puluhan demonstran lain dari sembilan organisasi masyarakat.
 
"Harga skincare dan bedak itu mahal. Lalu bagaimana harga kosmetik bisa turun kalau kita tidak ikut terlibat dalam kebijakan politik pemerintah," katanya.

Baca juga: Miko Kamal sebut tuntutan utama mahasiswa selamatkan KPK
 Baca juga: Ribuan mahasiswa masih padati gedung DPRD Kalbar
Baca juga: Ribuan mahasiswa Kalbar unjuk rasa tolak RUU KUHP dan KPK
 
Menurut Yohanna, anggotanya yang mayoritas berprofesi sebagai model dan mahasiswi perguruan tinggi swasta di Jakarta itu tidak mempermasalahkan penampilan saat harus turun ke jalan.
 
"Biarlah bedak dan riasan kita luntur di bawah terik panas matahari, yang terpenting semangat kita berjuang jangan sampai luntur," katanya.
 
Anggota Srikandi Milenial Dea Oktaviani mengaku bergabung bersama demonstran mendukung revisi UU KPK setelah mempelajari polemik tersebut melalui riset di sejumlah media massa maupun media sosial.
 
"Kita harus melek politik. KPK itu harus didukung dengan Dewan Pengawas agar ada keseimbangan kebijakan, jangan ada lembaga superbody di Indonesia," katanya.
 
Model produk swasta di Jakarta itu juga mengkritik penyadapan telepon yang kerap dilakukan KPK dalam membongkar kasus.
 
"Penyadapan telepon itu sesungguhnya melanggar undang-undang," katanya.
 
Kehadiran 50 anggota Srikandi Milenial cukup menyita perhatian masyarakat di sekitar gedung KPK.
 
"Ya mereka cantik-cantik, kok mau ya turun ke jalan. Salut buat mereka," kata warga Kuningan, Badru.
 
Aksi demonstrasi berlangsung kondusif dengan dikawal puluhan aparat berseragam polisi.
Baca juga: Menkumham duga aksi mahasiswa ditunggangi
Baca juga: Fahri Hamzah: Kerusuhan ini sudah bukan mahasiswa

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tokoh senior nasional dukung penerbitan Perppu KPK

Komentar