Serangan udara AS di Libya selatan menelan belasan korban

Serangan udara AS di Libya selatan menelan belasan korban

Ilustrasi - Pemandangan yang menunjukkan kerusakan di lokasi setelah serangan udara oleh pesawat tempur Amerika Serikat melawan Islamic State di Sabratha, Libya, dalam foto Jumat (19/2/2016). (REUTERS/Sabratha municipality media office/Handout)

Kairo (ANTARA) - Pasukan Amerika Serikat pada Rabu mengatakan telah menewaskan 11 tersangka gerilyawan terkait ISIS dalam serangan udara kedua mereka di dekat Kota Murzuq, di bagian selatan Libya, dalam kurang dari sepekan.

Serangan tersebut, yang dilancarkan pada Selasa, merupakan serangan susulan 19 September yang menurut AS telah menewaskan delapan tersangka.

Baca juga: DK PBB desak pemberlakuan gencatan senjata di Libya

"Serangan udara ini dilakukan untuk menumpas kelompok ISIS sekaligus menangkis kemampuan mereka menyerang rakyat Libya," kata Mayor Jenderal William Gayler, Direktur Operasi Komando Afrika AS, melalui pernyataan.

Sejumlah anggota ISIS mundur ke selatan, menuju gurun Libya saat kelompok tersebut kehilangan benteng mereka di kota pesisir Sirte pada akhir 2016.

Baca juga: Amerika Serikat nyatakan bunuh empat bersenjata ISIS dalam serangan di Libya

AS mengatakan pihaknya tidak akan membiarkan gerilyawan memanfaatkan konflik antar faksi timur dan barat di sekitar Ibu Kota Tripoli untuk melindungi diri mereka sendiri.

Pasukan yang berbasis di timur pimpinan Khalifa Haftar meluncurkan serangan untuk merebut Tripoli pada April, menggagalkan rencana yang diketuai PBB untuk menjadi mediator penyelesaian politik di Libya.

Baca juga: PBB-EU kutuk serangan terhadap sekolah dan rumah sakit di Libya

Sumber: Reuters

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BI : cadangan devisa 121 miliar dolar AS dan global bond cukup untuk 7 bulan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar