Karhutla - Potensi hujan di Riau untuk 4 hari ke depan

Karhutla - Potensi hujan di Riau untuk 4 hari ke depan

Suasana Kota Pekanbaru setelah hujan, Senin siang. ANTARA/Vijay Kantaw/19

Untuk kondisi titik api di Riau sudah turun, yang tercatat ada lima hotspot
Kota Pekanbaru (ANTARA) - Stasiun Meteorologi Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Provinsi Riau memprediksi potensi hujan di daerah itu bakal terjadi tiga hingga empat hari ke depan dengan intensitas ringan dan sedang sehingga akan mengurangi asap karhutla.

"Masyarakat Provinsi Riau dan khususnya Pekanbaru kini boleh merasa lega setelah Rabu pagi hingga siang dalam beberapa menit diguyur hujan, pasca-menjalani status darurat asap," kata Sukisno SP, Kepala Stasiun Meteorologi Bandara SSK II Pekanbaru di Pekanbaru, Rabu.

Dia mengatakan kondisi cuaca untuk beberapa hari ke depan dan saat ini, angin bertiup dari arah timur menuju barat, kemudian masuk wilayah Riau terjadi konvergen atau pertemuan udara yang memproses terbentuknya hujan.

Di samping itu, labelitas udara mendukung proses terbentuknya hujan, diperkirakan di Riau akan dilanda hujan tiga atau empat hari ke depan.

"Kendati hujan mulai turun, namun kami tetap mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran dan hutan karena dampaknya cukup besar dan berpengaruh terhadap semua aktivitas," katanya.

Baca juga: Asap karhutla berkurang, penerbangan Bandara Pekanbaru kembali normal

Ia menjelaskan berdasarkan monitoring pada Rabu, pukul 16.00 WIB, umumnya hujan yang terjadi bersifat ringan walaupun terjadi hujan dengan intensitas sedang di Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan.

Intesitas ringan berkisar pada angka 1-20 milimeter, sedang 51-100 milimeter, sangat lebat lebih 100, namun belum akan terjadi di Riau dalam beberapa hari ke depan.

Untuk jarak pandang pada Rabu sore di Pekanbaru tercatat delapan kilometer, Kabupaten Indergiri Hulu empat kilometer, Kota Dumai 10 kilometer, Kabupaten Pelalawan tujuh kilometer.

Kondisi titik panas yang aktif di sejumlah daerah pada pukul 16.00 WIB pada tingkat kepercayaan di atas 50 dengan 89 hotspot sebagai tanda kebakaran hutan dan lahan, dengan di Sumatera sebagai terbanyak. Di Provinsi Sumsel 30 titik api, Jambi (23), Lampung (15), Bangka Belitung (7), Sumut (4), Bengkulu (3), dan Aceh (2).

"Untuk kondisi titik api di Riau sudah turun, yang tercatat ada lima hotspot, yakni berasal di Kota Dumai ada empat lokasi dan Kabupaten Pelalawan satu titik api. Pada umumnya, di Riau hotspot-nya sudah menurun," katanya.

Ia menambahkan untuk konsentrasi atau kualitas udara di Kota Pekanbaru pada pukul 16.00 dengan kriteria baik atau dengan nilai 47 mikrogram per meter kubik. 

Baca juga: Nasib anak-anak korban jerubu karhutla, ketika udara sudah berbahaya
Baca juga: BNPB: asap karhutla dari sumatera dan kalimantan kumpul di Pekanbaru

Pewarta: Frislidia
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar