Sekda Kalsel berharap wartawan bantu sosialisasi pencegahan Karhutla

Sekda Kalsel berharap wartawan bantu sosialisasi pencegahan Karhutla

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, DR Hanif Faisol Nurrofiq menerima pohon langka pohon Kalpateru dari Ketua Komunitas Jurnalis Pena Hijau didamping seluruh narasumber diskusi menggali potensi keanekaragaman hayati Pegunungan Meratus. (Antaranews Kalsel/Istimewa)

Banjarbaru (ANTARA) - Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan Abdul Haris berharap wartawan ikut membantu mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan dengan menyosialisasikan tentang larangan membakar hutan dan lahan untuk kepentingan apapun.

Menurut Sekda saat membuka diskusi lingkungan yang dirangkai penyerahan penghargaan Pena Hijau Award 2019, di Bapelkes Banjarbaru, Rabu mengatakan, kebakaran hutan dan lahan bukan saja mengakibatkan gangguan terhadap kesehatan masyarakat, tetapi juga bisa mengganggu transportasi, ekosistem dan kerusakan lingkungan.

"Kami berharap wartawan berperan aktif mengedukasi masyarakat dalam rangka membangkitkan semangat untuk melakukan penanaman pohon
melakukan gerakan revolusi hijau dan tidak melakukan pembakaran lahan untuk pertanian maupun kepentingan lainnya," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Sekda juga menyampaikan untuk memperbaiki lingkungan, Pemprov Kalsel telah melaksanakan berbagai langkah nyata melalui gerakan revolusi hijau.

Sekda mengungkapkan, melalui Revolusi Hijau yang digaungkan oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga ekosistem dan kelestarian hutan serta keanekaragaman hayati yang ada di kawasan hutan, khususnya Pegunungan Meratus.
 
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, Dr Hanif Faisol Nurrofiq bersama seluruh narasumber diskusi menggali potensi keanekaragaman hayati Pegunungan Meratus. (Antaranews Kalsel/Istimewa)
"Kita harus bersama-sama menjaga dan melestarikan lingkungan yang ada di kawasan Meratus dari ancaman kebakaran hutan dan lahan
(kathurla) saat musim kemarau seperti saat ini," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Sekda juga mengungkapkan, selama ini, kiprah wartawan yang tergabung dalam Komunitas Jurnalis Pena Hijau Indonesia telah
banyak dalam membantu pemerintah daerah dalam perbaikan lingkungan.

"Saya harap, wartawan terus berkiprah dalam rangka menumbuhkembangkan rasa peduli dan kecintaan terhadap lingkungan untuk kemajuan banua ini," katanya.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, Dr Hanif Faisol Nurrofiq mengatakan, wartawan sebagai mitra pemerintah diharapkan juga terus berkomitmen membantu pemerintah dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Melalui gerakan revolusi hijau, kata dia, kini upaya penghutanan kembali lahan yang kritis mengalami peningkatan, karena sebelum adanya gerakan revolusi hijau luas penanaman rata-rata 2.000 hektare setiap tahun.

Melalui gerakan revolusi hijau, kata Hanif, tahun 2018 luas penanaman pohon mencapai 29.500 hektar. Pada 2019 triwulan pertama, pihaknya juga telah melakukan penanaman hingga 8,217,43 hektare.

Diskusi lingkungan yang mengangkat tema "Menggali Potensi Keanekaragaman Hayati Kawasan Pegunungan Meratus" itu menampilkan
lima nara sumber yakni Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, Hanif Faisol Nurrofiq.

Selain itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel, Ir H Ikhlas Indar, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel, H Wahyuddin, pemerhati lingkungan, Berry Nahdian Furqan dan peneliti farmasi ULM Banjarmasin, Dr Sutomo.

Dalam kesempatan itu, Ketua Komunitas Jurnalis Pena Hijau Indonesia, Denny Susanto menyerahkan pohon kalpataru kepada Kepala
Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, DR H Hanif Faisol Nurrofiq.

Selain itu juga diserahkan Pena Hijau Award 2019 kepada para pegiat lingkungan.
Baca juga: Pelaku pembakaran lahan Kalsel kembali diringkus polisi
Baca juga: Rumah penduduk terkepung kebakaran lahan dekat Bandara Syamsudin Noor
Baca juga: Asap Karhutla - SBI Kalsel bentuk satgas darurat iklim untuk bekantan

Pewarta: Ulul Maskuriah
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar