Sumatera Selatan kembangkan budidaya tanaman aren

Sumatera Selatan kembangkan budidaya tanaman aren

Gubernur Sumsel Herman Deru (ANTARA/Dolly Rosana/19)

Palembang (ANTARA) - Provinsi Sumatera Selatan akan mengembangkan budidaya tanaman aren (enau) karena dinilai dapat menghasilkan produk olahan bernilai ekonomi tinggi sehingga bisa mendongkrak pendapatan masyarakat.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru di Palembang, Kamis, mengatakan, keyakinan tersebut karena keberhasilan pembudidayaan tanaman enau di Desa Ulak Segelung, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir di atas lahan seluas 10 hektare sejak tujuh tahun lalu.

"Selama ini tanaman enau hanya tumbuh liar di dalam hutan dan belum diusahakan dengan baik oleh petani meski tanaman ini mulai dari akar, batang, daun hingga buahnya bisa dimanfaatkan. Ke depan, pemerintah akan berupaya memassalkan," kata dia.

Ia mengatakan, buah dari tanaman aren bisa menjadi minuman segar yakni kolang-kaling, lalu sari patinya bisa dibuat gula aren atau gula merah yang banyak dikonsumsi masyarakat. Kemudian, sabutnya bisa untuk menjernihkan air, sapu maupun pemijahan ikan.

Kemudian, jika pohonnya tidak produktif lagi maka batangnya bisa dimanfaatkan untuk dibuat tepung aren. Tepung ini bisa dijadikan pengganti nasi karena memiliki kandungan karbohidrat yang cukup tinggi.

“Apa yang dilakukan di Ogan Ilir dapat dicontoh karena sejak ditanam tujuh tahun lalu, kini sudah bisa berbuah,” kata dia.

Menurutnya, tanaman aren ini sangat mungkin dikembangkan di Sumatera Selatan meski selama ini diketahui tanaman ini tumbuh di lahan mineral.

Herman Deru mengatakan, dengan dengan pengolahan tanah yang benar, pohon ini bisa tumbuh di lahan rawa, apalagi nantinya ada pendampingan dari tim Institut Pertanian Bogor.

Ia mengharapkan pengembangan tanaman ini di berbagai lokasi dapat mendukung upaya pengentasan kemiskinan di Sumatera Selatan.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik angka kemiskinan di Sumsel pada Maret 2019 mencapai 1.073.740 jiwa atau sekitar 12,71 persen sedangkan pada bulan September tahun lalu sebesar 12,8 persen atau 1.076.400 jiwa. Angka ini tergolong tinggi karena angka rata-rata nasional sudah mencapai 9,8 persen.

"Peluang-peluang baru ini yang terus kami usahakan di tengah pelemahan harga komoditas," kata Herman Deru.

Baca juga: Varietas aren Rejang Lebong unggulan nomor empat nasional
Baca juga: Gubernur: KPK siap dampingi pemanfaatan dana desa

Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemenperin gelar pameran produk IKM Sumatera Selatan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar