Dinkes Solok temukan 7.221 kasus ISPA

Dinkes Solok temukan 7.221 kasus ISPA

Suasana kabut asap selama beberapa minggu di Kota Solok yang bisa menyebabkan ISPA. ANTARA/Tri Asmaini

Solok, (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Solok, Sumatera Barat menemukan 7.221 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di daerah setempat selama periode Januari hingga Agustus 2019.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok, Ambun Kadri di Solok, Kamis mengatakan kasus ISPA itu naik turun setiap bulan, namun tidak menemukan ataupun mencatat terjadi kenaikan kasus ISPA di masyarakat akibat kabut asap kiriman yang menyelimuti kota itu.

Ia merinci 7.221 kasus ISPA yang ditemukan, pada Januari ditemukan sebanyak 881 kasus, Februari 1.037 kasus, Maret 936 kasus, kemudian April 671 kasus, Mei sebanyak 888 kasus, pada Juni 860 kasus, Juli 904 kasus dan Agustus sebanyak 1.044 kasus.
Baca juga: Kabut asap membuat belasan ribu warga Tanah Datar terserang ISPA

Selama beberapa minggu kasus kabut asap pada September 2019, namun kasus ISPA yang tercatat dari 14 hingga 21 September baru 334 orang, dan terkena pneumonia sebanyak dua orang.

Ia menerangkan infeksi saluran pernapasan akut disebabkan oleh virus yang menyerang hidung, trakea (pipa pernapasan), paru-paru atau infeksi yang mengganggu proses pernapasan seseorang.

Penyebab ISPA adalah virus atau bakteri yang mudah sekali menular. Penularan virus atau bakteri penyebab ISPA dapat terjadi melalui kontak dengan percikan air liur orang yang terinfeksi.

"Gejala ISPA seperti batuk, demam, bahkan sesak napas," ujarnya.
Baca juga: BMKG : Kualitas udara Kabupaten Dharmasraya sangat tidak sehatBaca juga: BMKG : Kualitas udara Kabupaten Dharmasraya sangat tidak sehat
Baca juga: Terpapar asap, ribuan warga Padang Pariaman terkena ISPA


Kemudian virus atau bakteri dalam percikan liur akan menyebar melalui udara, masuk ke hidung atau mulut orang lain.
Selain kontak langsung dengan percikan air liur penderita, virus juga dapat menyebar melalui sentuhan dengan benda yang terkontaminasi, atau berjabat tangan dengan penderita.

Ia berharap masyarakat tetap menjaga kesehatan dan waspada, walaupun kualitas udara mulai membaik beberapa hari ini.

"Tetap banyak minum air putih dan buah-buahan untuk menjaga daya tahan tubuh dan gunakan masker jika beraktivitas di luar ruangan," katanya.
Baca juga: Seminggu Payakumbuh diselimuti asap, penderita ISPA meningkat

Pewarta: Laila Syafarud
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar