Dinas Pariwisata sebut sembilan desa wisata di Bantul tidak 'sehat'

Dinas Pariwisata sebut sembilan desa wisata di Bantul tidak 'sehat'

Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Sekarang masih ada sekitar sembilan dari 39 desa wisata di Bantul yang istilahnya tidak sehat, atau sakit tetapi bukan mati. Sakitnya ada yang biasa, ada yang agak kronis.
Bantul (ANTARA) - Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyebutkan bahwa ada sembilan desa wisata di wilayah setempat  yang tidak 'sehat' dalam arti sepi kunjungan wisatawan karena tidak ada aktivitas untuk menarik minat wisatawan.

"Sekarang  masih ada sekitar sembilan dari 39 desa wisata di Bantul yang istilahnya tidak sehat, atau sakit tetapi bukan mati. Sakitnya ada yang biasa, ada yang agak kronis," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul Kwintarto Heru Prabowo di Bantul, Kamis.

Menurut dia, tidak sehatnya desa wisata tersebut disebabkan antara lain sumber daya manusia (SDM) pengelola wisata yang tidak ada regenerasi, sehingga kurang ada inovasi dan promosi melalui kegiatan yang dapat menarik wisatawan.

"Putus regenerasi, inovasi dan promosi kurang sehingga otomatis kunjungan wisatawan turun, bahkan tidak ada kunjungan, sementara mereka tidak punya solusi, mau diapakan desa, akhirnya pasif dan semakin lama semakin sepi," katanya.

Baca juga: Mendes: Program pembiayaan mikro bantu pemberdayaan desa wisata

Ia enggan menyebutkan desa-desa wisata yang dimaksud, akan tetapi jika dilihat dari tren perkembangan desa wisata di Bantul dalam beberapa tahun terakhir sudah ada kemajuan, dalam arti dulu desa wisata yang sempat tidak aktif sekarang sudah menggeliat.

"Dulu ketika kami masuk dua tahun lalu desa wisata yang sehat hanya 13 desa, sementara yang sakit 26 desa, dan sekarang tinggal kurang lebih sembilan. Jadi  setelah ada pembinaan kemudian ada program, Alhamdulillah beberapa kunjungan wisatawan mulai meningkat," katanya.

Kwintarto mengatakan, hal itu karena sudah ada hal-hal yang baru dari desa wisata yang beberapa tahun lalu tidak sehat, kemudian ada proses pembinaan, beda dengan sebelumnya yang saat awal tidak banyak aktifitas, karena memang kondisi kunjungan wisatawan sepi.

"Tetapi yang kemarin sudah dilakukan pembinaan strategi, termasuk minta jejaring dengan teman-teman swasta baik dari Asita maupun HPI sebagai pemandu wisata di Yogyakarta,  beberapa desa wisata mulai menggeliat dan hidup lagi," katanya.
Baca juga: Sambut wisatawan, Pemkab Kulon Progo siapkan SDM desa wisata

Pewarta: Hery Sidik
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dinas Pariwisata gandeng jurnalis optimalkan promosi wisata di Sultra

Komentar