Penggunaan produk listrik standar di Jakarta dinilai masih rendah

Penggunaan produk listrik standar di Jakarta dinilai masih rendah

Ilustrasi diduga korsleting listrik sebanyak 30 rumah tinggal di Jalan Teratai RT 09/09 Kembangan Utara, Kembangan, Jakarta Barat ludes dilalap api, Senin (23/9/2019). (ANTARA/DEVI NINDY)

kerap bersumber dari korsleting (hubungan pendek) arus listrik karena menggunakan produk listrik yang tidak standar
Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Asosiasi Ahli Kesehatan dan Keselamatan Kerja Konstruksi Indonesia (AAK3KI) Lazuardi Nurdin berpendapat kesadaran warga di kota-kota besar, termasuk Jakarta untuk menggunakan produk listrik standar masih rendah sehingga berpotensi menimbulkan kebakaran.

"Kebakaran yang terjadi beberapa kali di DKI misalnya kerap bersumber dari korsleting (hubungan pendek) arus listrik karena menggunakan produk listrik yang tidak standar," kata Lazuardi saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Dia memberikan contoh, kebakaran di Jalan Teratai Kembangan Utara Jakarta Barat yang menghanguskan 30 rumah tinggal disebabkan karena korsleting listrik di salah satu rumah.

"“Karena itu sangat penting untuk memperhatikan ketepatan instalasi listrik dan standar produknya saat membangun rumah," ujarnya.

Baca juga: 40 anak korban kebakaran Jatinegara jalani pemulihan trauma

Lazuardi mencontohkan sebelum memasang instalasi listrik harus dipastikan apakah kabel yang dipergunakan sudah sesuai standar, begitu juga ukurannya apakah cukup besar.

Pemeriksaan secara berkala juga diwajibkan untuk memastikan kondisi kabel masih baik atau kah perlu diganti karena beberapa bagiannya sudah terkelupas, ujar Lazuardi.

"Kalau semua sudah benar, kecil kemungkinan terjadi musibah,” jelas Lazuardi.

Lazuardi menjelaskan untuk menghindari terjadinya musibah korsleting maupun tersetrum baik di rumah maupun di luar ruang, maka pemasang instalasi listrik, harus dilakukan oleh perusahaan yang berizin resmi untuk memasang instalasi listrik.

Baca juga: Tiga unit damkar dikerahkan padamkan kebakaran sampah liar

"Perusahaan-perusahaan tersebut memiliki orang-orang yang kompeten dalam instalasi listrik," tegasnya.

PLN sendiri, menurut Lazuardi, sudah memiliki peraturan yang mengharuskan pemasangan listrik harus orang yang punya kompetensi, ditunjukkan dengan sertifikat (Sertifikat Laik Operasi).

Saat dikonfirmasi secara terpisah EVP Health Safety Security Environment PLN, Antonius Artono mengaku edukasi menggunakan produk listrik standar selalu dilakukan PLN kepada masyarakat.

"Sudah dilakukan dengan berbagi cara di antaranya dengan model pemberitahuan standar teknis yang mudah dipahami,” ujar Anton.

Baca juga: Ledakan ponsel diduga picu kebakaran Jatinegara

Untuk mengedukasi masyarakat terkait bahaya listrik di rumah dan sekitarnya, maka edukasi termudah dan paling murah adalah membagi selebaran ke setiap rumah, terkait cara-cara pengamanan listrik dan menjaga keselamatan diri, jelas Anton.

Kemudian yang juga kerap dilakukan melalui pemutaran video bekerjasama dengan media televisi.

Pewarta: Ganet Dirgantara
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Robot LUF60 untuk operasi penyelamatan di jalur MRT dan LRT

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar