Giliran pelajar yang aksi demo ke DPRD Sumut

Giliran pelajar yang aksi demo ke DPRD Sumut

Ratusan pelajar di Medan melakukan aksi demo ke DPRD Sumut (Antara Sumut/Juraidi)

Ayo, adik-adik silahkan pulang.Terimakasih kepada adik-adik yang sudah mau mendengar imbauan kami. Jangan mau diprovokasi dan jangan mau diadu domba.
Medan (ANTARA) - Ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Kota Medan yang sebagian besar mengenakan seragam sekolah dan pramuka melakukan aksi demonstrasi ke DPRD Sumut, Jumat.

Sebelum bergerak ke DPRD Sumut, para pelajar tersebut berkumpul di Lapangan Merdeka Medan sambil menunggu teman-temannya yang lain datang.

Tanpa tuntutan yang jelas para pelajar tersebut mulai bergerak menuju DPRD Sumut sambil terus menyanyikan lagu-lagu perjuangan.

Sesampai di depan gedung DPRD Sumut, langkah terhenti karena terhadang blokade kawat berduri yang sebelumnya telah dipasang pihak kepolisian.

Baca juga: Polres Jakarta Barat amankan 144 pelajar hendak demo

Baca juga: Polisi Sidoarjo razia pelajar peserta demo

 

Demo pelajar ricuh di Palmerah



Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto melalui pengeras suara mengimbau kepada para pelajar untuk membubarkan diri.

Karena menurut dia aksi yang dilakukan para pelajar tersebut ilegal dan tanpa pemberitahuam sebelumnya dengan pihak yang berwenang.

"Ayo pulang karena aksi kalian tidak benar. Ayo, pulang kembali ke rumah masing-masing. Masa depan kalian masih panjang. Belajar yang baik di sekolah," katanya.

Ia juga mengingatkan kepada para pelajar agar jangan mau diadu domba dan ditunggangi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

"Ayo, adik-adik silahkan pulang.Terimakasih kepada adik-adik yang sudah mau mendengar imbauan kami. Jangan mau diprovokasi dan jangan mau diadu domba," katanya.

Secara perlahan dan satu persatu para pelajar tersebut mulai membubarkan diri kembali ke rumahnya masing-masing.*

Baca juga: Yohana berharap tidak ada lagi ajakan demonstrasi pelajar

Baca juga: Gelar demo tanpa izin, Polresta Surakarta amankan puluhan pelajar

Pewarta: Juraidi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar