Serangan udara AS di Libya kembali menelan belasan korban

Serangan udara AS di Libya kembali menelan belasan korban

Seorang polisi Libya memeriksa kendaraan warga sipil yang rusak, setelah sebuah rudal mengenai parkiran terminal bandara Mitiga di Tripoli, Libya, Sabtu (24/8/2019). REUTERS/Hazem Ahmed/wsj/cfo (REUTERS/HAZEM AHMED)

Benghazi (ANTARA) - Pasukan Amerika Serikat pada Jumat (27/9) mengaku telah menewaskan 17 tersangka gerilyawan dalam serangan udara ketiga dalam sepekan mereka di Libya selatan.

Serangan pada Selasa (24/9) itu menghantam barat daya Libya, menurut pernyataan Komando Afrika AS, tanpa menyebutkan lokasi. Penduduk kota Sebha menceritakan mereka mendengar sebuah ledakan dari arah selatan.

Menurut informasi militer AS sebelumnya, dua serangan udara secara terpisah menewaskan 19 tersangka gerilyawan di Libya Selatan.

Sejumlah anggota ISIS mundur ke selatan, menuju gurun Libya saat kelompok itu kehilangan markasnya di kota pesisir Sirte pada akhir 2016.

Amerika Serikat mengatakan tidak akan membiarkan gerilyawan memanfaatkan konflik antara faksi timur dan faksi barat di sekitar ibu kota Tripoli untuk melindungi diri mereka sendiri.

Pasukan Libya Timur pimpinan Khalifa Haftar meluncurkan serangan untuk merebut Tripoli pada April, mengacaukan rencana yang diketuai PBB untuk menjadi mediator dalam penyelesaian poltik di Libya.

Sumber: Reuters

Baca juga: Lima negara Barat, Turki dan UAE dukung perusahaan minyak negara Libya

Baca juga: Turki dukung proses politik dukungan PBB di Libya

Baca juga: Sejumlah pasukan LNA tewas akibat serangan dekat Tripoli

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar