BUMDes picu pertumbuhan inklusif ekonomi masyarakat

BUMDes picu pertumbuhan inklusif ekonomi masyarakat

Cafe Sawah Desa Wisata Pujon Kidul yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan mampu meraup omzet mencapai Rp14 miliar pada 2018. (ANTARA/Vicki Febrianto)

BUMDes, tidak hanya berdampak pada penyerapan tenaga kerja baru, akan tetapi juga membangkitkan gairah ekonomi lokal
Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dinilai mampu memicu pertumbuhan inklusif perekonomian masyarakat Indonesia yang sejalan dengan Program Nawa Cita Presiden Joko Widodo.

Ekonom dari Universitas Brawijaya Malang Nugroho Suryo Bintoro mengatakan bahwa, keberadaan BUMDes dinilai menjadi lini awal pembangunan ekonomi Indonesia di era desentralisasi dan otonomi daerah.

"Pembangunan yang berorientasi pada kemandirian dan daya saing daerah, dalam hal ini desa, akan berkontribusi pada pembangunan secara makro atau nasional," kata Nugroho, kepada ANTARA, di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu.

Nugroho menjelaskan, dalam sudut pandang pembangunan berkelanjutan, BUMDes merupakan pemicu pertumbuhan inklusif di Indonesia. Selain itu, keberadaan BUMDes juga dinilai bukan hanya memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja baru.

Pertumbuhan inklusif merupakan pertumbuhan ekonomi berkualitas, yang mampu menurunkan angka kemiskinan, menurunkan ketimpangan distribusi pendapatan, dan menyerap lebih banyak tenaga kerja.

"BUMDes, tidak hanya berdampak pada penyerapan tenaga kerja baru, akan tetapi juga membangkitkan gairah ekonomi lokal," kata Nugroho.

Namun, lanjut Nugroho, tetap dibutuhkan pengawasan dan partisipasi aktif dari masyarakat setempat terhadap keberadaan BUMDes. Jika tidak, keberadaan BUMDes malah akan membuka potensi peningkatan kesenjangan ekonomi setempat.

"Perlu diwaspadai pula akan potensi munculnya kapitalis, atau mafia lokal yang akan berdampak pada peningkatan kesenjangan ekonomi setempat," ujar Nugroho.

Salah satu contoh kehadiran BUMDes yang mampu meningkatkan perputaran roda perekonomian masyarakat setempat adalah BUMDes Pujon Kidul. Dari unit usaha Café Sawah yang dikelola, saat ini mampu mendapatkan omzet mencapai Rp14 miliar per tahun.

Sementara untuk tingkat kemiskinan, tercatat mengalami penurunan dari sebelumnya sebanyak 387 penduduk miskin, pada 2019 turun menjadi 267 penduduk miskin.

Keberadaan BUMDes Pujon Kidul juga telah membuka kurang lebih 167 lapangan kerja, dan belum termasuk unit usaha yang dikelola masyarakat sekitar secara mandiri.

Baca juga: OJK dorong peningkatan peran BUMDes untuk gerakkan perekonomian desa
Baca juga: Atasi kelangkaan, Pertamina gandeng Bumdes buat pangkalan LPG subsidi


Pewarta: Vicki Febrianto
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Direktur BUMDes dituntut hasilkan peluang usaha baru

Komentar