AS tolak Menlu Iran kunjungi diplomatnya pengidap kanker

AS tolak Menlu Iran kunjungi diplomatnya pengidap kanker

Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif saat hadir di pertemuan tingkat tinggi di kantor pusat Persatuan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat (17/72019). ANTARA/REUTERS/Mike Segar/aa (REUTERS/MIKE SEGAR)

PBB (ANTARA) - Amerika Serikat menolak permintaan Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, mengunjungi Duta Besar Iran untuk PBB yang mengidap kanker di rumah sakit New York, menurut Departemen Luar Negeri AS dan misi PBB Iran pada Jumat.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan permintaan Zarif akan dikabulkan jika Iran membebaskan salah satu warga AS yang ditawan.

Pada Juli AS memberlakukan secara ketat pembatasan perjalanan terhadap Zarif sebelum kunjungan ke PBB, serta diplomat Iran dan keluarga mereka yang tinggal di New York, yang Zarif anggap "pada dasarnya tidak manusiawi."

Kecuali jika mereka menerima persetujuan sebelumnya dari Washington, mereka hanya dibolehkan melakukan perjalanan ke daerah kecil Manhattan, Queens serta akses menuju dan keluar bandara John F.Kennedy.

Juru bicara misi PBB Iran, Alireza Miryousefi, mengatakan Duta Besar Iran untuk PBB, Majid Takht Ravanchi dirawat di rumah sakit tak jauh dari daerah Upper East Side, Manhattan, akibat kanker yang dideritanya. Zarif kini berada di New York untuk menghadiri pertemuan tahunan para pemimpin dunia di PBB.

"Iran keliru menahan beberapa warga AS selama bertahun-tahun. Hal itu menyakitkan keluarga dan rekan mereka karena tidak dapat mengunjungi secara bebas," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS. "Kami telah menyampaikan kepada misi Iran bahwa akses perjalanan akan diberikan jika Iran membebaskan warga AS."

Sumber: Reuters

Baca juga: Menlu Iran: Menlu AS berupaya menunda visa delegasi PBB Iran
Baca juga: Iran cela sanksi baru AS terhadap akses rakyat Iran ke makanan-obat
Baca juga: Menlu Iran pertanyakan koalisi untuk 'resolusi damai' milik AS

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar