Sungai Bengawan Solo diduga tercemar limbah kimia

Sungai Bengawan Solo diduga tercemar limbah kimia

Sejumlah warga Ngawi sedang menangkap ikan yang banyak muncul ke permukaan air di Bengawan Solo saat beberapa hari terakhir. Fenomena banyaknya ikan mucul ke permukaan karena mabuk kekurangan oksigen menyusul dugaan Sungai Bengawan Solo yang tercemar limbah kimia berbahaya. (Antara/H.O)

Secara detail jenis unsurnya apa masih kita dalami
Ngawi (ANTARA) - Sungai Bengawan Solo yang melalui wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, diduga tercemar limbah menyusul tampilan airnya yang berwarna hitam.

Kepala Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ngawi Joko Sutrisno mengatakan hasil uji sampel laboratorium Mojokerto oleh dinasnya diketahui bahwa air sungai besar tersebut positif tercemar limbah kimia berbahaya.

"Secara detail jenis unsurnya apa masih kita dalami. Tapi mengandung sebagian unsur kimia seperti timbal, besi, dan seng," ujar Joko kepada wartawan di Ngawi, Sabtu.

Baca juga: DLHK Jateng: Bengawan Solo alami pencemaran berat

Meski tidak sampai menimbulkan keracunan ataupun kematian, namun dimungkinkan limbah itu tersebut berpotensi mengganggu kesehatan warga dan merusak ekosistem air.

Pihaknya menduga, limbah itu berasal dari kawasan hulu sungai di daerah luar Ngawi. Sebab, hasil penelusuran sepanjang aliran bengawan di wilayah Ngawi, tidak didapati tanda-tanda adanya pabrik yang membuang limbah berbahaya tersebut.

Ia menjelaskan, menindaklanjuti hal itu, DLH Ngawi telah melakukan koordinasi lintas sektor dengan beberapa OPD lain. Hasilnya, dibentuk tim pemantau khusus untuk mengecek kondisi air sungai tersebut.

Selain itu, dalam waktu dekat pihaknya akan mengadukan pencemaran tersebut ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.

Pihaknya menduga pabrik tersebut sudah terbiasa membuang limbah ke Bengawan Solo. Namun, saat musim penghujan tidak terlihat mencolok karena debit air sungai yang tinggi. Ia juga menyayangkan aktivitas pembuangan limbah tersebut, karena dapat merugikan masyarakat dan ekosistem.

Terkait aktivitas warga yang menangkap ikan di sungai tersebut, Joko mengimbau warga tepian Bengawan Solo untuk tidak lagi mengonsumsi ikan tersebut.

Hal itu karena air sungai sudah terbukti tercemar limbah kimia berbahaya, sehingga ditakutkan berimbas ke kesehatan.

"Yang berwenang melarang dinas perikanan atau pangan. Namun demi amannya, saya imbau jangan lagi mengonsumsinya," kata dia.

Baca juga: Ganjar-Khofifah berkoordinasi atasi pencemaran di Sungai Bengawan Solo
Baca juga: Bengawan Solo tercemar, PDAM Surakarta hentikan produksi air minum

Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Talud Sungai Gandong longsor, BBWS Bengawan Solo pasang bronjong

Komentar