Wali Kota Depok ajak umat beragama menjaga toleransi

Wali Kota Depok ajak umat beragama menjaga toleransi

Wali Kota Depok Mohammad Idris. (Megapolitan.antaranews.com/Foto: istimewa)

kalau ada toleransi hidup ini terasa lapang
Depok (ANTARA) - Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengajak umat beragama di Kota Depok untuk saling menjaga toleransi yaitu dengan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman yang baik dan benar dari ajaran agamanya masing-masing.

"Kota Depok memiliki visi unggul, nyaman, dan religius. Perlu saya tegaskan, bahwa kata religius ini artinya setiap umat beragama tidak hanya mengamalkan agamanya secara emosional," kata Idris di Depok, Minggu.

Tetapi lanjut Idris harus juga memahami agamanya dengan pengetahuan dan pemahaman yang baik dan benar, sehingga bisa mewujudkan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat

Ia mengatakan toleransi memiliki peranan penting dalam menjaga keharmonisan beragama. Sebab, dengan adanya toleransi, membuat satu sama lain saling memahami dan menghargai perbedaan.

"Kalau tanpa toleransi hidup ini akan terasa sempit. Begitu pun sebaliknya, kalau ada toleransi hidup ini terasa lapang, walau kita tinggal di Kota depok yang begitu padat,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, Kota Depok memiliki penduduk yang beragam atau multietnik. Untuk itu, seluruh umat beragama diharapkan terus menjaga toleransi yang telah terbangun selama ini.

"Toleransi ini yang harus terus kita gelorakan, karena warga di Kota Depok multietnik," katanya.

Baca juga: Presiden ajak masyarakat tebar kasih sayang dan toleransi

Selain itu Wali Kota Depok juga mengajak para pemuka agama di Kota Depok untuk ikut menyukseskan program unggulan Kota Depok, seperti program Kota Tanpa Sampah (Zero Waste City).

"Kami harapkan para pemangku kepentingan di gereja-gereja dan tempat ibadah lainnya agar bisa menyelesaikan masalah sampah di tempatnya masing-masing dengan melakukan pemilahan sebelum dibuang," katanya.

Saat ini katanya produksi sampah di Kota Depok tersebut mencapai 1.300 ton per hari.

Dikatakan Mohammad Idris, pengolahan sampah dari pusatnya menjadi salah satu cara efektif mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung. Sebab, menurutnya, saat ini daya tampung TPA tersebut telah melampaui batas normal.

"Insya Allah, dengan cara ini bisa mengurangi volume sampah yang diangkut ke TPA, karena sekarang tumpukan sampah di sana sudah tinggi sekali. Semoga tidak berbahaya bagi warga sekitar," katanya.

Dirinya menambahkan, untuk mengatasi persoalan sampah, pihaknya juga telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar sebagian sampah dari Kota Depok dapat dibuang ke TPA Lulut-Nambo di Kabupaten Bogor.

"Jadi, kita sudah menjalin kerja sama dengan Provinsi Jawa barat, sehingga nanti sebagian sampah dari Kota Depok dibuang ke sana," ujarnya.

Baca juga: Kominfo paparkan dilema medsos dalam menjaga toleransi Indonesia
Baca juga: Warga Papua di Riau bersama PWNU dan Polda ajak jaga toleransi

Pewarta: Feru Lantara
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Selandia Baru dukung toleransi dan kebebasan agama

Komentar