BMKG ingatkan waspadai dampak Typhoon di Filipina

BMKG ingatkan waspadai dampak Typhoon di Filipina

Ota Welly Jenni Thallo (ANTARA/Bernadus Tokan)

Saat ini terdapat Typhoon MITAG 975 hPa di Laut Filipina dan pola sirkulasi eddy di Selat Karimata
Kupang (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan nelayan dan operator pelayaran untuk mewaspadai dampak Typhoon yang dapat memicu gelombang tinggi di wilayah perairan laut Nusa Tenggara Timur (NTT).

Wilayah-wilayah perairan laut yang perlu diwaspadai antara lain, Laut Timor Selatan NTT, Laut Sawu, Selat Sape bagian selatan dan Selat Sumba bagian barat, kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau, Ota Welly Jenni Thalo kepada Antara di Kupang, Senin.

Baca juga: BMKG catat masih ada titik panas di 6 kabupaten NTT

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan Tyhoon yang terjadi di Laut Filipina, dan dampaknya terhadap cuaca di wilayah NTT.

"Saat ini terdapat Typhoon MITAG 975 hPa di Laut Filipina dan pola sirkulasi eddy di Selat Karimata," ujar dia.

Baca juga: Selama sepekan 53 kali gempa getarkan Sumba

Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya dari Timur Laut-Tenggara dengan kecepatan 4-15 knot, sedangkan di wilayah selatan Indonesia dari Timur-Tenggara dengan kecepatan 4-25 Knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Banten hingga Jawa Barat, perairan selatan Kalimantan, Laut Jawa, Selat Makassar bagian selatan, perairan Kupang, Laut Arafuru, dan Perairan Merauke.

Baca juga: BMKG: Jakarta diprediksi hujan pada Senin siang

Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut, katanya.

Dia mengharapkan adanya perhatian terhadap risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran.

Kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi, agar tetap selalu waspada, katanya menambahkan.

Pewarta: Bernadus Tokan
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar