Bank Indonesia ingatkan masyarakat Bali hati-hati bertransaksi di ATM

Bank Indonesia ingatkan masyarakat Bali hati-hati bertransaksi di ATM

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho. Antaranews Bali/Ni Luh Rhisma/2019.

harus dilihat kondisi di sekitar ruang ATM
Denpasar (ANTARA) - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho mengingatkan masyarakat di Pulau Dewata untuk lebih berhati-hati saat bertransaksi menggunakan ATM agar terhindar dari kasus kejahatan yang merugikan nasabah.

"Kalau menekan PIN harus ditutupin, selain itu juga harus dilihat kondisi di sekitar ruang ATM, karena pelaku kejahatan bisa melakukan skimming atau memfoto kartu ATM dan PIN nasabah dari kamera yang memang sengaja dipasang pelaku," kata Trisno di Denpasar, Senin.

Untuk memastikan keamanan nasabah, Bank Indonesia juga rutin memeriksa dan mengawasi bank-bank yang beroperasi di Bali dan sistem pembayarannya, untuk meyakinkan bahwa tingkat keamanan di masing-masing bank terjaga dengan baik.

Baca juga: Warga Turki pembobol 12 rekening bank di Bali dibekuk

"Dengan demikian masyarakat atau nasabah tidak sampai dirugikan, kalau ada sesuatu terkait hal- hal security ATM dan lain sebagainya segera laporkan ke Bank Indonesia," ucapnya.

Menurut Trisno, jika sampai terjadi kesalahan di pihak bank, mereka pasti akan bertanggung jawab karena perbankan itu merupakan lembaga kepercayaan.

"Kalau kita nabung, di bank ditulis. Selama kita tidak mengambil, bank pasti tidak menghilangkan. Kalau menghilangkan, BI pasti menegur," ujarnya.

Baca juga: Empat terdakwa warga Bulgaria diadili kasus Skimming di Kuta Bali

Di tengah situasi maraknya kejahatan perbankan, apalagi yang melibatkan wisatawan asing, Trisno pun meminta agar pihak perbankan dapat meningkatkan SDM dan standar keamanan infrastruktur transaksinya.

"Seperti ATM misalnya, mungkin dikontrol tiap minggu. Jika ada mesin rusak, ATM akan menyala yang bisa diketahui dari kantor pusat," kata Trisno Nugroho.

Sementara itu, sebelumnya Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab mengapresiasi upaya kepolisian yang telah berhasil mengungkap kasus-kasus kejahatan perbankan yang diantaranya dilakukan oknum wisatawan. "Yang tak kalah penting tentu adalah pencegahannya," ucapnya.

Dia berharap polisi memiliki sistem yang bisa mendeteksi rekam jejak wisatawan untuk mencegah munculnya kejahatan perbankan yang dapat berimbas pada pariwisata Bali.

Baca juga: BI percepat kewajiban seluruh ATM/Debit harus chip

Pewarta: Ni Luh Rhismawati
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BI Jember dan Brimob gelar simulasi penanganan teror bom

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar