Lapan-A2 mengudara 4 tahun, tangkap 261 juta sinyal pergerakan kapal

Lapan-A2 mengudara 4 tahun, tangkap 261 juta sinyal pergerakan kapal

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa (Lapan) Thomas Djamaluddin diwawancarai oleh ANTARA di sela-sela acara ekspose kerja sama penerbangan dan antariksa, Jakarta, Jumat (27/09/2019). (ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)

Jakarta (ANTARA) - Satelit Lapan-A2 atau Lapan Orari telah mengudara selama 4 tahun sejak resmi diluncurkan pada 28 September 2015 dan berhasil menangkap 261 juta data sinyal pergerakan kapal dengan automatic identification system (AIS).

''Satelit Lapan-A2 atau Lapan Orari telah menghasilkan data citra, data pergerakan kapal, dan fasilitas komunikasi radio amatir dengan jangkauan luas dari Asia Tenggara sampai Amerika Selatan,'' Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin di Jakarta, Senin.

Saat diluncurkan, Lapan-A2 mengorbit dengan ketinggian 630 kilometer di atas permukaan bumi. Selama empat tahun ini, satelit ini telah berhasil melakukan Telemetry, Tracking, and Command (TT&C) selama 4.054 jam dengan jumlah data yang dihasilkan yaitu digital image 453.613 kilometer persegi, voice repeater 749 jam operasi, automatic packet reporting system 520 jam beroperasi.

Baca juga: LAPAN kembangkan satelit untuk pantau ilegal fishing

Satelit Lapan-A2 mengemban tiga misi utama yakni melakukan pemetaan bumi, pemantauan kapal laut dan komunikasi amatir. Satelit mikro tersebut akan mengorbit dekat akuatorial, yang akan lebih sering melintasi Indonesia selama 1,5 jam sekali.

Satelit ini dilengkapi kamera dengan resolusi 4 sampai 5 meter, dengan lebar satuan yang berbeda.

Thomas menuturkan umur operasional satelit Lapan-A2 diperkirakan sekitar enam tahun atau lebih. Sebenarnya umur rata-rata operasional satelit mikro sekitar 3-5 tahun.

Menurut Thomas, karena satelit Lapan-A2 diluncurkan pada 2015, saat matahari menuju minimum, efek gangguan badai matahari tidak terlalu besar, sehingga umur operasional bisa bertahan lebih lama.

Baca juga: Lapan: Sampah antariksa berpotensi tabrakan dengan satelit aktif
Baca juga: Lapan fokus pada pengembangan roket hingga pesawat tanpa awak



 
 

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar