Pelaku bisnis Bali gali devisa pasar potensial Ukraina

Pelaku bisnis Bali gali devisa pasar potensial Ukraina

Duta Besar Indonesia di Ukraina, Prof Dr Yuddy Chrisnandi menekankan perlunya Indonesia menggarap potensi kerja sama pariwisata dengan Ukraina, dimana wisman Ukraina mencapai angka tertinggi sekitar 32 ribu pada 2017 dan diharapkan menembus 30 ribu pada 2019. (KBRI)

Perlunya Indonesia menggarap potensi kerja sama pariwisata dengan Ukraina, dimana wisman Ukraina mencapai angka tertinggi sekitar 32 ribu pada 2017 dan diharapkan menembus 30 ribu pada 2019
London (ANTARA) - KBRI Kyiv bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri Ukraina (Ukraine Chamber of Commerce and Industry/ UCCI) mengadakan forum bisnis sektor pariwisata dan perdagangan bertema 1st Indonesian Tourism and B2B Exhibition and Sales Mission 2019 bertempat di Gedung Kadin Ukraina, Kyiv, Senin.

Turut berpartisipasi dalam forum pelaku bisnis sektor pariwisata dan perdagangan asal Bali terdiri dari tur operator (PT Pacific Holidays DMC), sembilan hotel operator, yaitu: Hanging Garden of Bali, Jimbaran Bay Beach Resort &Spa, Mahagiri Nusa Lembongan, Mahagiri Sanur, Sense Seminyak Boutique Hotel, dan Zia Hotel Kuta, serta Yuripho Trade (trader/exportir komoditi).

Pejabat Fungsi Ekonomi KBRI Kyiv, Baskara Pradipta, kepada Antara London, Senin, mengatakan, selain presentasi bidang kerja, grup bisnis dipimpin Nyoman Astama mengadakan pertemuan B2B dengan calon mitra setempat.

Baca juga: Pengusaha batik tulis incar pasar luar negeri

Tercatat sekitar 45 pelaku bisnis menghadiri forum terdiri dari tur operator, travel agent, maskapai penerbangan internasional, majalah travel, trader, importir, retailer dan lain-lain.

Dalam sambutannya, Duta Besar Indonesia di Ukraina, Prof.Dr Yuddy Chrisnandi menekankan perlunya Indonesia menggarap potensi kerja sama pariwisata dengan Ukraina, dimana wisman Ukraina mencapai angka tertinggi sekitar 32 ribu pada 2017 dan diharapkan menembus 30 ribu pada 2019.

Sementara itu pebisnis sektor perdagangan harus memiliki nyali untuk membuka pasar setempat yang merupakan pasar potensial kedua terbesar di kawasan Eropa Timur setelah Rusia dengan nilai perdagangan RI-Ukraina mencapai 1,1 miliar dolar AS tahun 2018 dan diharapkan menembus 1,5 miliar dolar AS akhir 2019.

Baca juga: Belarus tawarkan kerja sama dagang, buka peluang ekspor produk Jatim

Sementara Presiden UCCI, Gennadiy Chyzhykov menekankan perlunya pebisnis Indonesia lebih banyak memanfaatkan peluang pasar setempat yang dengan populasi sekitar 42 juta jelas merupakan pasar potensial bagi ragam komoditi bahan makanan dan sebagainya. Saat ini Indonesia merupakan mitra ketiga di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara setelah China Tiongkok dan Jepang.

Saat ini ekspor utama Indonesia meliputi komoditi kelapa sawit, barang elektronik, alas kaki, kertas, karet, biji kopi, biji coklat, sementara impor Utama Indonesia yaitu gandum, besi/ baja, tepung, pakan ternak, peralatan optic, permesinnan.

Baca juga: Konsulat RI Jeddah ajak pengusaha Depok masuk pasar Arab Saudi

Dari hasil B2B dengan pelaku bisnis setempat dihasilkan antara lain kesepakatan paket tuur dengan beberapa tour operator setempat, penyelenggaraan dua familiarization trip tur operator ke Bali tahun 2019, kerja sama ekspor kopi, kakao sebagai bahan dasar industri roti perusahaan “Kyivskyi BKK”, ekspor buah kelapa kupas sebagai bahan industri makanan perusahaan “Cocodeli LLC”.

Dengan melihat animo dan antusias pelaku bisnis setempat, Baskara Pradipta, mengatakan, kegiatan ini ke depannya akan dijadikan sebagai bagian dari program kegiatan tahunan, sebagai salah satu upaya KBRI mendorong komunikasi dan interaksi pelaku bisnis Indonesia dengan Ukraina. Diharapkan akan semakin banyak pebisnis Indonesia memanfaatkan pasar potensial Ukraina.

Pewarta: Zeynita Gibbons
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar