BPBD Sumsel terus upayakan hujan buatan

BPBD Sumsel terus upayakan hujan buatan

ILUSTRASI: Pesawat akan melakukan penyemaian awan cumulus untuk mengupayakan hujan buatan. ANTARA/Rendhik Andika/am.

Palembang (ANTARA) - Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Selatan bersama Satgas gabungan siaga darurat bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan terus mengupayakan hujan buatan agar tidak terjadi lagi bencana kabut asap.

Bencana kabut asap yang terjadi pada puncak musim kemarau Agustus-September 2019 sekarang ini sudah bisa ditanggulangi dengan operasi darat dan udara serta adanya hujan sepekan terakhir, namun masih perlu diwaspadai kemungkinan terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan melakukan berbagai tindakan pencegahan, kata Kepala BPBD Sumsel Iriansyah, di Palembang, Selasa.

Salah satu upaya tindakan pencegahan dengan memanfaatkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk membuat hujan buatan sehingga pembasahan kawasan hutan dan lahan gambut yang rawan terbakar bisa maksimal.

Baca juga: Pakar sebut untuk padamkan karhutla tetap memerlukan hujan

Baca juga: Hujan buatan guyur sejumlah daerah, asap karhutla teratasi


Pencegahan dan penanggulangan karhutla di sembilan kabupaten dalam wilayah Sumsel rawan Karhutla meliputi Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Banyuasian, Musi Banyuasin, Muaraenim, Pali, Musirawas, dan Kabupaten Musirawas Utara akan dimaksimalkan hingga kondisi benar-benar aman dari Karhutla.

Satgas siaga darurat bencana asap akibat Karhutla telah bekerja dengan baik, namun perlu didukung dengan mengupayakan hujan buatan menggunakan TMC.

Dengan adanya hujan buatan, diharapkan bisa membasahi kawasan hutan dan lahan gambut yang mengalami kekeringan dan berpotensi terbakar, kata Iriansyah.

Sementara sebelumnya Koordinator Lapangan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) Faisal Sunarto menjelaskan bahwa untuk mengupayakan hujan buatan tim Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus berjuang melakukan hujan buatan melalui teknologi modifikasi cuaca di Sumsel.

Upaya hujan buatan dengan melakukan penyemaian garam dapur atau Natrium Chlorida (NaCl) di awan berpotensi hujan telah dilakukan sejak 30 Agustus 2019.

Kegiatan TMC dilakukan di sejumlah daerah rawan karhutla seperti Kabupaten Musi Banyuasin, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Muaraenim, dan Kabupaten Banyuasin.

Untuk melakukan penyemaian awan, tim TMC dibantu satu unit pesawat jenis CASA 212 dari Skadron Udara 4 TNI AU Lanud Abdul Racman Saleh, Malang, ujar Faisal.

Baca juga: KLHK dorong warga manfaatkan lahan tanpa pembakaran

Pewarta: Yudi Abdullah
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BNPB akui water bombing dan hujan buatan tak selalu efektif

Komentar