Atletik

Pelatih lari AS dilarang empat tahun karena skandal doping

Pelatih lari AS dilarang empat tahun karena skandal doping

Pelatih atletik Amerika keturunan Kuba, Alberto Salazar. (AFP/ADRIAN DENNIS)

Jakarta (ANTARA) - Lembaga Anti Doping Amerika Serikat, Senin, mengatakan bahwa mereka telah menjatuhkan larangan kepada Alberto Salazar, yang telah melatih beberapa pelari jarak jauh dunia termasuk juara Olimpiade Mo Farah dari Inggris, selama empat tahun karena penyalahgunaan doping.

Menurut laporan Reuters, Selasa, USADA mengatakan hukuman Salazar adalah karena "mengatur dan memfasilitasi perilaku doping yang dilarang" sebagai pelatih kepala Proyek Nike Oregan (NOP), sebuah kamp yang dirancang terutama untuk mengembangkan daya tahan atlet AS.

Salazar, yang juga melatih atlet Olimpiade Amerika Matthew Centrowitz di antara pelari jarak jauh lainnya, menjual substansi peningkat kinerja testosteron yang dilarang kepada banyak atlet, kata USADA dalam sebuah pernyataan.

Salazar juga mengutak-atik atau berusaha merusak proses pengawasan doping atlet NOP, kata badan itu setelah menyelesaikan penyelidikan empat tahun.

Baca juga: Muktar Edris pertahankan gelar juara dunia 5.000m putra

Jeffrey Brown, yang bekerja sebagai konsultan endokrinologis bayaran untuk NOP dalam peningkatan penampilan dan menjabat sebagai dokter bagi banyak atlet dalam program pelatihan, juga dijatuhi larangan empat tahun.

Salazar, Nike dan Brown tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar. Salazar di masa lalu membantah melakukan kesalahan.

Beberapa anggota NOP turun berlomba pada Kejuaraan Dunia IAAF 2019 di Doha, Qatar.

Tidak ada satu pun atlet yang ditangani Salazar disebutkan dalam laporan pada Senin.

Baca juga: Lasitskene cetak hatrik lompat tinggi

Pewarta: Fitri Supratiwi
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar