Alexander sebut sudah jalin komunikasi dengan empat pimpinan KPK

Alexander sebut sudah jalin komunikasi dengan empat pimpinan KPK

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata usai acara sosialisasi hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) di gedung KPK, Jakarta, Selasa (1/10/2019). ANTARA/Benardy Ferdiansyah/am.

Jakarta (ANTARA) - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terpilih Alexander Marwata menyatakan sudah menjalin komunikasi dengan empat pimpinan KPK terpilih lainnya.

"Kita sudah punya grup malahan. Setiap hari kan dia butuh juga informasi-informasi di KPK supaya mereka juga lebih mengenal dan saya juga memberikan kira-kira perkembangan apa yang di KPK tentu sepanjang itu tidak rahasia saya sampaikan, informasikan. Lalu dinamika di dalam KPK seperti apa sih," ucap Wakil Ketua KPK Alexander Marwata usai acara sosialisasi hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) di gedung KPK, Jakarta, Selasa.

Baca juga: Politisi PKS: Lebih baik UU KPK digugat ke MK

Baca juga: Aksi menolak UU KPK masih berlanjut di Aceh

Baca juga: BEM Jakarta tegaskan tak ada penunggang dalam demonstrasi di DPR


Sebelumnya, Komisi III DPR RI menyepakati Firli Bahuri menjadi Ketua KPK periode 2019-2023, setelah melakukan rapat antar-ketua kelompok fraksi di Komisi III DPR.

Sementara itu empat Wakil Ketua KPK adalah Nawawi Pamolango, Lili Pintouli Siregar, Nurul Ghufron, dan Alexander Marwata.

"Kalau Pak Firli (mantan Deputi Penindakan KPK) kan jelas sudah tahu (dinamika KPK). Paling Pak Nawawi, Pak Ghufron sama Bu Lili. Bu Lili dua periode jadi komisioner LPSK dan kami punya koordinasi saya pikir tidak begitu kaget juga dia spesialis komisioner kayaknya kan. Pak Nawawi saya pernah satu majelis artinya apa, ya sebetulnya tidak ada kendala apalagi ini 3 bulan kan sebelum pelantikan," ucap Alexander.

Lebih lanjut, ia juga mengaku tidak ada yang istimewa bahwa dirinya menjadi petahana sebagai pimpinan KPK.

"Memang istimewanya apa, tidak ada yang istimewa," kata dia.

Baca juga: KPK bantah undang mahasiswa terkait demo

Baca juga: Alexander ingin tambah imbalan bagi pelapor kasus korupsi


Ia juga sempat menyinggung soal skeptisme dari publik yang menurutnya baik untuk kinerja pimpinan KPK periode mendatang.

"Kalau bagi saya kekawatiran publik skeptisme publik itu baik buat pimpinan. Artinya, itu dorongan juga buat pimpinan untuk bekerja lebih baik dibandingkan kalau misalnya masyarakat cuek tidak memperhatikan. Ini kan salah satu bentuk dari perhatian masyarakat ke pimpinan," ujar Alexander.

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Keraguan pada KPK adalah bentuk perhatian publik

Komentar