Demonstrasi 30 September hasilkan sampah 20 ton lebih

Demonstrasi 30 September hasilkan sampah 20 ton lebih

Pengunjuk rasa melepaskan kembang api ke arah polisi dalam unjuk rasa menolak UU KPK hasil revisi dan RUU KUHP di kawasan dekat Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/9/2019). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.

Jenis sampahnya berupa batu/puing serta sisa makanan dan minuman
Jakarta (ANTARA) - Demonstrasi mahasiswa dan masyarakat di Jakarta pada Senin (30/9) menghasilkan sampah dengan volume 90 meter kubik (m3) atau 20,2 ton.

Sampah sebanyak itu dari di tiga wilayah kota di Jakarta yang menjadi konsentrasi massa aksi. Pada Selasa pagi seluruh sampah tersebut sudah bersih.

"Timbulan sampah pascakegiatan penyampaian pendapat pada Senin (30/9) tersebar di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. Pagi tadi semua lokasi tersebut telah kembali bersih," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.

Andono menjelaskan 90 meter kubik sampah itu dengan rincian 58 meter kubik atau sekitar 13 ton di Jakarta Pusat, 28 meter kubik atau sekitar 6,2 ton di Jakarta Barat dan empat meter kubik atau sekitar 1 ton di Jakarta Selatan.

Di Jakarta Pusat, konsentrasi timbulan sampah di sekitaran Gedung DPR/MPR, Manggala Wanabakti, Slipi, Semanggi, Jl Asia Afrika, Jl Gerbang Pemuda, Jl Tentara Pelajar, Jl Penjernihan, kolong Pejompongan
 dan di depan Polsek Tanah Abang.

"Jenis sampahnya berupa batu/puing serta sisa makanan dan minuman," kata Andono.

Baca juga: Ada massa bayaran pada unjuk rasa di Gedung DPR/MPR
​​​​​​​
Baca juga: Pelantikan DPR, Mahasiswa bergerak ke Jalan Gatot Subroto

Baca juga: Lemparan batu ke arah polisi terjadi di Jalan Thamrin

Untuk penanganan sampah di Jakpus, personel yang dikerahkan sebanyak 100 orang dari Sudin LH Jakarta Pusat. Pembersihan menggunakan 15 unit road sweeper (kendaraan penyapu jalan otomatis).

Selain itu 10 unit truk sampah jenis typer dan 4 unit pickup pengawas kebersihan kota yang menangani sampah sejak Selasa pukul 00.00 WIB dan selesai 04.00 WIB.

Di Jakarta Barat, konsentrasi timbulan sampah di lima lokasi sekitar Palmerah, yaitu Jl Palmerah Utara, Jl S. Parman Bundaran Slipi, Jl S. Parman Tomang Raya, Jl KS Tubun dan Jl Kemanggisan Utama

"Jenis sampahnya berupa batu/puing, bekas bakaran, kaca dan botol serta sisa makanan dan minuman," kata Andono.

Untuk penanganan sampah di Jakarta Barat, personel yang dikerahkan sebanyak 115 orang dari Sudin LH Jakarta Barat dengan menggunakan empat unit road sweeper.

Selain itu satu unit truk sampah jenis compactor, satu unit truk sampah jenis typer dan delapan unit pickup pengawas kebersihan kota yang mulai bekerja dimulai Selasa dini hari pukul 04.00 WIB.

Adapun di Jakarta Selatan, konsentrasi timbulan sampah berada di Jl Jenderal Sudirman, Jl Gatot Subroto dan Taman Semanggi.

"Jenis sampahnya berupa batu/puing, serta sisa makanan dan minuman," tutur Andono.

Untuk penanganan sampah di Jakarta Selatan, personel yang dikerahkan sebanyak 30 orang terdiri atas 14 orang dari Sudin LH Jakarta Selatan dan 16 orang PPSU Kelurahan Karet Semanggi.
​​​​​​​
Mereka menggunakan satu unit road sweeper dan satu unit pickup pengawas kebersihan kota yang mulai bekerja pada pukul 23.30 WIB (30/9) sampai Selasa pukul 04.00 WIB.

Demonstrasi terjadi di Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia dalam beberapa hari terakhir sejak Senin (23/9) di gedung-gedung legislatif untuk menuntut pembatalan RUU KUHP, UU KPK dan peninjauan sejumlah rancangan undang-undang lainnya.

Di Jakarta, akibat rangkaian demonstrasi oleh mahasiswa dan siswa SMK yang sering berlangsung hingga malam hari dan berujung ricuh, ruas Jalan Gatot Subroto, tol Dalam Kota, beberapa ruas jalan lainnya dan operasional di stasiun terdekat, yakni Palmerah terganggu serta beberapa fasilitas umum mengalami kerusakan.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Satu polisi jadi tersangka tewasnya mahasiswa Kendari

Komentar