Mengenang televisi dan kamera "jadul" di Museum Penerangan

Mengenang televisi dan kamera "jadul" di Museum Penerangan

Koleksi radio lawas di Museum Penerangan, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. (ANTARA News/Natisha Andarningtyas)

Jakarta (ANTARA) - Museum Penerangan masih menyimpan berbagai televisi dan kamera kuno bagi Anda yang ingin menuntaskan rasa penasaran tentang wujud peralatan komunikasi pada 1960an hingga 1980an sekaligus kenangan tentang kejayaannya.

Berlokasi di kompleks Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, museum itu berada di bawah pengelolaan Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Nama penerangan merujuk pada nama departemen sebelum era Reformasi, yaitu Departemen Penerangan ketika museum itu didirikan.

Pada 1993, Presiden Soeharto meresmikan Museum Penerangan yang menjadi rumah bagi 495 benda koleksi dari berbagai kategori yaitu televisi, radio, film, televisi, pers, dan grafika.
 
Koleksi televisi tabung lama di Museum Penerangan, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. (ANTARA News/Natisha Andarningtyas)


Sejak program revitalisasi pada 2018-2020, pengelola Museum Penerangan mengubah susunan benda koleksi berdasarkan alur kronologis atau disusun berdasarkan kategori garis waktu sebelum 1945, 1945-Reformasi, dan Reformasi hingga sekarang.

Berbagai alat komunikasi seperti radio "jadul" merk Ralin Philips sampai televisi tabung yang memiliki kenop putar untuk mengganti kanal saluran dapat ditemukan di sana.

Jika Anda ingin melihat seperti apa dibalik layar siaran televisi zaman dulu, Anda bisa mendatangi area koleksi studio di lantai satu Museum Penerangan. Anda akan menemukan berbagai kamera dengan berbagai bentuk dan ukuran.

Salah satu kamera televisi yang dipajang di Museum Penerangan pernah digunakan untuk merekam pelantikan presiden pada 1970an.
 
Koleksi kamera siaran televisi dari tahun 70an di Museum Penerangan, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. (ANTARA News/Natisha Andarningtyas)


Di area pers dan grafika, Anda bisa melihat mesin cetak kuno yang dapat mencetak aksara Jawa, Bugis, Batak dan Arab. Area itu berseberangan dengan diorama kegiatan presidensial zaman dahulu.

Di pojok yang lain, pengunjung bisa melihat mesin ketik aksara Jawa dari tahun 1917 yang digunakan untuk mengetik pengumuman-pengumuman resmi.

Museum Penerangan juga memiliki mesin ketik merk Royal yang pada tahun 1949 dipakai untuk membuat surat keterangan bagi para juru foto yang ingin meliput kegiatan kabinet.

 
Koleksi mesin cetak Kuco yang dapat mencetak berbagai aksara Nusantara di Museum Penerangan, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. (ANTARA News/Natisha Andarningtyas)


Tahun depan pakai AR dan VR
Kepala Museum Penerangan Abdullah menjelaskan akan mengupayakan transformasi digital sejumlah koleksi di museum tersebut.

"Tahun depan, kami akan digitalisasi koleksi Museum Penerangan, terutama yang berada di lantai dua," kata Abdullah saat ditemui di Museum Penerangan, Selasa.

Mereka berencana memanfaatkan teknologi realitas tambahan (augmented reality/AR) dan realitas virutal (virtual reality/VR) untuk menambah pengalaman para pengunjung saat melihat-lihat koleksi Museum Penerangan.
 
Koleksi mesin tik aksara Jawa di Museum Penerangan, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. (ANTARA News/Natisha Andarningtyas)


Museum Penerangan, seperti dikatakan Abdullah, berencana membuat bentuk tiga dimensi dari studio Si Unyil yang selain tiga dimensi tentang profesi juru penerang.

Penerapan teknologi AR dan VR di Museum Penerangan dijadwalkan pada awal 2020 dan akan selesai pada tahun yang sama.

Baca juga: Kominfo akan tambahkan AR dan VR di Museum Penerangan

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kominfo dorong deradikalisasi melalui pendekatan budaya berbasis komunitas

Komentar