IBL

IBL masih buka pintu untuk satu tim lagi

IBL masih buka pintu untuk satu tim lagi

Direktur Utama Indonesian Basketball League (IBL) Junas Miradiarsyah saat ditemui di wilayah Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2019). (ANTARA/A Rauf Andar Adipati)

Sampai saat ini kita masih terbuka dengan kemungkinan adanya klub baru
Jakarta (ANTARA) - Kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) 2020 masih membuka pintu untuk satu tim lagi, demikian dituturkan Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah.

"Sekarang posisi klub jumlahnya ada delapan, sembilan dengan tim nasional. Sampai saat ini kita masih terbuka dengan kemungkinan adanya klub baru," kata Junas saat ditemui di Jakarta, Selasa sore.

Delapan klub yang telah dipastikan mengikuti IBL 2020 adalah NSH Jakarta, Bima Perkasa Yogyakarta, Satria Muda Jakarta, Prawira Bandung, Hangtuah, Pelita Jaya, Pascific Cesar, dan Satya Wacana.

Sayangnya, juara bertahan IBL Stapac Jakarta justru dipastikan absen pada IBL musim baru karena banyaknya pemain mereka yang direkrut untuk masuk tim nasional bola basket Indonesia.

Baca juga: Juara bertahan IBL undur diri dari musim baru

Junas mengatakan pihaknya masih menunggu bergabungnya klub baru untuk IBL 2020 sampai pertengahan Oktober. Tenggat waktu itu dipilih karena program rookie akan berlangsung pada Oktober yang kemudian berlanjut pada draft pada 13 November.

Ia menambahkan bahwa sejak pertengahan Juli sudah ada beberapa klub yang menyatakan ketertarikannya berpartisipasi di IBL. Namun IBL kini memantau ketat kesiapan klub calon peserta dari segi administrasi, kemampuan operasional, serta visi klub ke depannya.

IBL 2020 dijadwalkan menampilkan delapan seri, di mana seri pertama akan dimainkan di GOR Sahabat, Semarang, pada 10-12 Januari.

Baca juga: Prestasi di antara drama, potret lima tahunan bola basket Indonesia
 
Pebasket Stapac Jakarta Widyantaputra Teja (kanan) dan pebasket Satria Muda Pertamina Hardianus (kedua kanan) berebut bola saat pertandingan kedua Final IBL Pertamax 2018-2019 di GOR Ctra, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (23/3/2019). (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)


Selanjutnya seri-seri reguler IBL akan dimainkan di Bandung (17-19 Januari), Jakarta (31 Januari-2 Februari), Yogyakarta (6-8 Februari), Kediri (28 Februari-1 Maret), Surabaya (6-8 Maret), Semarang (13-15 Maret), dan Yogyakarta (20-22 Maret).

Setelah menyelesaikan seri reguler, IBL akan memainkan putaran playoff di Malang (27-29 Maret), semifinal di Bandung (3-5 April), dan final dimainkan dengan format kandang dan tandang pada 16-19 April.

Dari seluruh tuan rumah seri, Kediri menjadi wajah baru. Pemilihan Kediri dinyatakan Junas karena kota itu memiliki ikatan sejarah yang bagus dengan olahraga bola basket, infrastruktur bola basketnya cukup bagus, serta pemerintah kotanya mendukung kegiatan bola basket di tempat tersebut.

"Kediri telah menunjukkan support yang cukup baik dari sisi infrastruktur, publisitas, kemudian dari akses dia juga bantu, market di sana juga bagus," ucap Junas.

Baca juga: Junas Miradiarsyah gantikan Hasan Gozali jabat Dirut IBL

Baca juga: Sponsor anyar bikin pemain Hangtuah optimistis songsong musim baru

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar