Menristekdikti: Indonesia pintu gerbang teknologi di Asia Tenggara

Menristekdikti: Indonesia pintu gerbang teknologi di Asia Tenggara

Menristekdikti Mohamad Nasir membuka Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) tingkat nasional ke-7 tahun 2019 di halaman rektorat Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Selasa (1/10/2019) malam. ANTARA/Budhi Santoso

saya tantang supaya bisa mencapai 500 kilometer atau bahkan 1.000 kilometer
Surabaya (ANTARA) - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI Mohamad Nasir optimistis Indonesia akan mampu menjadi pintu gerbang kemajuan teknologi di Asia Tenggara.

"Kita yakin jadi pintu gerbang kemajuan teknologi di Asia Tenggara," kata dia saat membuka Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) tingkat nasional ke-7 tahun 2019 di halaman rektorat Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di Surabaya, Selasa malam.

Berdasarkan jumlah riset dan paten yang dihasilkan, katanya, Indonesia sudah menjadi juara pertama di Asia Tenggara.

"Dari 20 tahun lalu kita selalu nomor empat di Asia Tenggara soal paten, sekarang sudah jadi nomor satu dalam jumlah paten yang dihasilkan," katanya.

Terkait dengan kontes robot terbang, Menristekdikti Nasir berharap, lahir penemu baru robot terbang yang mampu dimanfaatkan oleh semua bidang, seperti pertahanan, pertanian, dan mitigasi bencana .

"Kemenristekdikti sudah mampu membuat drone yang terbang sejauh 250 kilometer dari titik luncur dan saya tantang supaya bisa mencapai 500 kilometer atau bahkan 1.000 kilometer," katanya.

Baca juga: Robot terbang ITS juara pertama KRTI

Ia mengungkapkan kasus serangan drone ke Kilang Amaranco di Arab Saudi yang menyebabkan kelumpuhan kilang itu, menunjukkan teknologi drone menjadi salah satu senjata yang taktis masa depan.

Keberadaan drone atau unmanned aerial vehicle (UAV), menurut dia, akan membantu TNI melakukan pengawasan terhadap teritorial Indonesia.

Rektor Unesa Prof Dr Nurhasan MKes berharap, ajang itu mampu meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, mendukung daya saing bangsa, serta berkontribusi pada industri 4.0.

Ketua Panitia Kontes Robot Terbang yang juga Dekan Fakultas Tehnik Unesa Maspiah ​​​mengatakan KRTI diikuti 95 tim dari 40 perguruan tinggi yang didahului seleksi peserta secara ketat.

Baca juga: Kontes Robot Terbang di Kampus ITB

"Jumlah peserta yang masuk ada 150 tim, namun yang lolos ikut ajang ini hanya 95 tim yang masing-masing beranggotakan tiga mahasiswa," katanya.

Ia menjelaskan 95 tim itu akan berlomba pada empat divisi, yaitu divisi fix wings 25 tim, divisi racing plane 24 tim, divisi technology development 24 tim , serta divisi vertical take off landing 22 tim.

Sebelumnya Tim Gamaforce Universitas Gadjah Mada ( UGM) menjadi juara umum Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2018 yang digelar Universitas Teknokrat Indonesia, Lampung, November 2018.

Tim-tim dari UGM itu meraih juara 1 dalam tiga kategori sekaligus, yakni racing plane, technology development, serta vertical take off landing. Satu tim lainnya meraih penghargaan best design dalam divisi fix wings.

Hadir pada pembukaan itu, Asisten II Sekda Pemprov Jatim Wahid Wahyudi, Komandan Puspenerbal Juanda Laksamana Pertama Edwin SH M.Han, dan Ketua DPRD Jatim Kusnadi M.Hum.

Baca juga: UI raih juara pertama kontes robot terbang
Baca juga: 213 peserta bersaing di kontes robot terbang UGM

Pewarta: Budhi Santoso
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemprov Sulsel dorong inovasi teknologi di sektor pertanian

Komentar