Jakarta (ANTARA) - Yang Hyun-suk, mantan CEO YG Entertainment yang terjerat skandal, dipanggil polisi untuk yang kedua kalinya, Selasa, dan diinterogasi sampai tengah malam tentang dugaan kebiasaan berjudi di luar negeri dan pelanggaran hukum valuta asing.

Yang Hyun-suk, mantan idola K-pop yang pernah memimpin salah satu agensi manajemen K-pop terbesar, meninggalkan Tim Investigasi Kejahatan Intelektual Kepolisian Metropolitan Seoul di Seoul utara sekitar pukul 12.10 pagi, Rabu, 14 jam setelah dia dipanggil di sana sebagai tersangka kriminal.

Pria 49 tahun itu sebelumnya dipanggil oleh tim polisi yang sama tentang tuduhan bahwa dia, bersama Seungri mantan anggota grup BIGBANG, secara rutin berjudi di kasino hotel Las Vegas dan melanggar hukum valuta asing untuk mengamankan uang judi.

Baca juga: Polisi cekal mantan bos YG Entertainment dan Seungri

Dilansir Yonhap, Yang mengatakan kepada wartawan di luar unit polisi khusus bahwa ia menjalani pemeriksaan polisi dan memberikan penjelasan secara jujur tetapi membantah kecurigaan bahwa ia menggelapkan uang perusahaan untuk berjudi.

Dia tidak menjawab pertanyaan tentang apakah dia berjudi dengan Seungri, yang juga menjalani pemeriksaan polisi kedua kalinya pekan lalu karena diduga berjudi.

Yang dan Seungri dilaporkan menghabiskan masing-masing 1 miliar won dan 2 miliar won, untuk berjudi.

Dalam kasus terpisah, Yang diduga menyediakan layanan seks untuk investor asing pada 2014, tetapi pada 20 September polisi membatalkan tuduhan karena kurangnya bukti.

Yang mengundurkan diri dari jabatan teratas di YG Entertainment pada Juni di saat para artis terkenal di dalamnya terlibat dalam serangkaian skandal, termasuk dugaan penggunaan narkoba.

Baca juga: Mantan bos YG bantah tuduhan polisi usai diinterogasi seharian

Baca juga: Polisi geledah kantor YG Entertainment terkait kasus judi mantan CEO

 

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2019