BPJS Kesehatan jangan hanya biaya orang sakit, sebut Akkopi

BPJS Kesehatan jangan hanya biaya orang sakit, sebut Akkopi

Menteri Kesehatan Nila Moeloek memberikan penghargaan pada kepala daerah yang berhasil menjalankan program sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) di Jakarta, Rabu (2/10/2019. (FOTO ANTARA/Indriani)

BPJS Kesehatan seharusnya jangan hanya melayani orang sakit, jangan menunggu siapa yang sakit. Tapi bagaimana bekerja sama dengan kelompok-kelompok masyarakat membenahi sektor hulu seperti promotif, preventif dan sebagainya
Jakarta (ANTARA) - Ketua Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (Akkopsi) Dr Syarif Fasha meminta agar Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tidak hanya membiayai orang sakit melainkan juga adanya upaya promotif preventif atau pencegahan.

"BPJS Kesehatan seharusnya jangan hanya melayani orang sakit, jangan menunggu siapa yang sakit. Tapi bagaimana bekerja sama dengan kelompok-kelompok masyarakat membenahi sektor hulu seperti promotif, preventif dan sebagainya," katanya di Jakarta, Rabu.

Syarif Fasha yang juga Wali Kota Jambi itu menjelaskan bahwa upaya promotif preventif harus terus digalakkan. Sehingga masyarakat menyadari pentingnya perilaku dan lingkungan yang sehat.

Dengan demikian, katanya, BPJS Kesehatan tidak akan mengalami defisit karena masyarakatnya jarang yang sakit.

Menkes: Bila Masyarakat Sehat BPJS tidak Defisit




Dalam kesempatan itu, dia juga mengajak kepala daerah untuk membenahi sektor hulu yakni kesehatan masyarakatnya. Menurut dia, pembangunan ke depan tidak hanya membangun jembatan atau jalan raya tapi sumber daya manusia (SDM).

"SDM yang unggul baru bisa tercapai jika masyarakatnya tidak sakit-sakitan. Untuk itu, perlu upaya mengedukasi masyarakat agar berperilaku hidup sehat."

Saat ini di Kota Jambi, kata dia, persentase sanitasi di kota itu mencapai 97 persen. Jumlah itu naik drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Program sanitasi ini harus bebasiskan masyarakat, bagaimana tenaga kesehatan diajak, ketua RT, ketua RW hingga lurah diajak untuk memperhatikan lingkungannya," katanya.

Jika ternyata masih ada masyarakatnya yang buang air besar sembarangan, katanya, maka ditanya apa masalahnya dan kemudian pemerintah datang memberikan solusi.

"Kalau ternyata tidak ada sarana prasarana sanitasinya, maka kita bangunkan. Di situ pemerintah hadir," katanya.

Meski demikian, ia mengaku belum semua kepala daerah memasukkan sektor hulu sebagai fokus pembangunan. Masih banyak yang membangun jalan raya dibandingkan masyarakatnya.

Untuk itu, kata Syarif Fasha , pihaknya terus berupaya agar seluruh kepala daerah terutama kabupaten/kota peduli dengan kesehatan masyarakatnya.***3***

Baca juga: Pemerintah daerah diminta utamakan pembangunan sarana sanitasi

Baca juga: Menkes katakan perilaku hidup sehat kurangi defisit BPJS Kesehatan

Baca juga: Said Iqbal: Kenaikan iuran BPJS Kesehatan turunkan daya beli buruh

Pewarta: Indriani
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar