Selesainya negosiasi IK-CEPA tonggak penting hubungan Indonesia-Korsel

Selesainya negosiasi IK-CEPA tonggak penting hubungan Indonesia-Korsel

Peringatan Hari Kebebasan Nasional dan Hari Angkatan Bersenjata Korea Selatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Korea Selatan di Jakarta, Rabu (2-10-2019). ANTARA/Yashinta Difa

Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang-beom menyebut selesainya perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Korea (IK-CEPA) yang ditargetkan pada November 2019 akan menjadi tonggak penting hubungan kedua negara.

"Kami berharap dapat menyelesaikan negosiasi IK-CEPA di akhir bulan depan. Negosiasi putaran terakhir akan dilaksanakan pada bulan Oktober ini," kata Dubes Kim dalam Peringatan Hari Kebebasan Nasional dan Hari Angkatan Bersenjata Korea Selatan di Jakarta, Rabu malam.

Menurut Kim, IK-CEPA akan makin mengembangkan kerja sama kedua negara yang selama ini dibangun berdasarkan kepentingan bersama dan pertukaran "dari hati ke hati".

Baca juga: Menperin sebut IK-CEPA permudah rantai nilai industri

"Indonesia dan Korea adalah teman sehati dan sejati," kata Kim.

Sebelumnya, dalam Konferensi Indonesia-Korea yang diselenggarakan Foreign Policy Community of Indonesia, pertengahan September lalu, Dubes Kim berharap IK-CEPA dapat membuka jalan bagi komunitas bisnis kedua negara untuk memiliki pandangan yang lebih positif terhadap satu sama lain.

Melalui implementasi IK-CEPA pula, dia berharap ada mekanisme pemantauan sehingga pelaku bisnis Korea Selatan merasa lebih aman dan nyaman dalam menjalankan usahanya di Indonesia.

Menurut Kim, perjanjian tersebut juga bisa mendasari perluasan kerja sama ekonomi antara kedua negara, misalnya di sektor otomotif, farmasi, dan startup.

Baca juga: Dubes RI optimistis perundingan IK-CEPA rampung November 2019

Nilai perdagangan Indonesia-Korea Selatan pada tahun 2018 mencapai 18,62 miliar dolar AS dengan ekspor Indonesia ke Korea sebesar 9,54 miliar dolar AS dan impor sebesar 9,08 miliar dolar AS. Dengan demikian, Indonesia menikmati surplus sebesar 443,6 juta dolar AS.

Produk ekspor utama Indonesia ke Korea Selatan pada tahun 2018 adalah batu bara, gas alam cair, bijih tembaga, dan minyak mentah.

Produk impor utama Indonesia dari Korea Selatan adalah bahan bakar dengan angka oktan (RON) 90, bahan bakar diesel otomotif, sirkuit elektronik terpadu, sekop mesin, dan bahan murni RON lainnya.

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia siapkan Badan Riset dan Inovasi Nasional

Komentar