Dolar melemah, dipicu data suram ekonomi AS

Dolar melemah, dipicu data suram ekonomi AS

Mata uang Rupiah Indonesia terhadap USD/dolar Amerika. ANTARA/Shutterstock/pri

New York (ANTARA) - Kurs dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), karena para pelaku pasar mencerna sejumlah data ekonomi yang suram Amerika Serikat.

Ketenagakerjaan sektor swasta AS meningkat 135.000 pekerjaan pada September, turun dari 157.000 pekerjaan pada Agustus, menurut Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP bulanan yang dirilis pada Rabu (2/10/2019). Sementara itu, para ekonom yang disurvei oleh Econoday memperkirakan kenaikan 152.000 pekerjaan.

Data ketenagakerjaan datang satu hari setelah angka-angka dari lembaga riset Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan Indeks Pembelian Manajer (PMI) manufaktur Amerika Serikat turun menjadi 47,8 persen pada September, menandai level terendah sejak Juni 2009.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, turun 0,11 persen menjadi 99,0277 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi 1,0958 dolar AS dari 1,0936 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2305 dolar AS dari 1,2300 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,6705 dolar AS dari 0,6704 dolar AS.

Dolar AS dibeli 107,20 yen Jepang, lebih rendah dari 107,74 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9976 franc Swiss dari 0,9931 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3315 dolar Kanada dari 1,3214 dolar Kanada. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Harga minyak lanjut turun, tertekan kenaikan stok dan data ekonomi AS

Baca juga: Rupiah menguat di bawah Rp14.200, dipicu intervensi Bank Indonesia



 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jokowi minta Bank Indonesia jaga stabilitas Rupiah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar