Kejuaraan Dunia Atletik

Grant Holloway rajai lari halang rintang 110m putra

Grant Holloway rajai lari halang rintang 110m putra

Grant Holloway dari Amerika Serikat merebut gelar juara dunia lari halang rintang 110m putra pertamanya setelah finis pertama dengan catatan waktu 13,10 detik pada final nomor ini dalam Kejuaraan Dunia Atletik di Doha, Qatar, 2 Oktober 2019. (REUTERS/USA TODAY Sports/Kirby Lee)

Doha, Qatar (ANTARA) - Grant Holloway dari Amerika Serikat merebut gelar juara dunia lari halang rintang 110m putra pertamanya, Rabu waktu setempat, dalam lomba dramatis yang ditandai dengan tumbangnya juara bertahan Omar McLeod.

Holloway yang berusia 21 tahun, yang turun gelanggang dengan bekal waktu tercepat musim ini 12,98 detik, dengan mulus meluncur melewati 10 rintangan untuk melewati garis finis dengan catatan waktu 13,10 detik, lima per seratus detik di depan Sergey Shubenkov.

"Lomba ini diberkati," kata Holloway seperti dikutip Reuters. "Tujuan saya adalah hanya untuk datang ke sini dan menyelesaikan setiap putaran."

Favorit juara nomor ini sang juara bertahan dari Jamaika Omar McLeod seketika tercecer di belakang setelah menyentuh salah satu rintang sehingga roboh untuk kemudian berlomba dan mencapai garis finis terakhir.

Masalah McLeod itu mengganggu juara Liga Diamond Orlando Ortega yang berada di jalur berikutnya sehingga dia hanya bisa finis pada urutan kelima dengan catatan waktu 13,30 detik.

Baca juga: Pawel Fajdek jadi pelanggan medali emas lontar martil

McLeod mengaku merasakan tekanan pada hamstring saat pemanasan dan sempat menganggap bakal hilang.

"Saya sudah siap berlomba, saya sudah menunjukkan siap," kata McLeod. "Saya sudah bersiap sebaik mungkin untuk mempertahankan gelar saya."

Diuntungkan oleh insiden menimpa McLeod, Shubenkov, juara dunia edisi 2015, meraih medali perak dunia keduanya berturut-turut dengan catatan waktu 13,15 detik.

Holloway dan Shubenkov sama-sama mengaku tidak tahu kekacauan yang terjadi di lintasan samping mereka.

Baca juga: Dina Asher-Smith sabet emas sprint 200m putri

"Dalam tayangan ulang, saya melihat seorang jatuh ... yang lain merayakan," kata Shubenkov. "Saya kira, 'Saya telah melewatkan semuanya'."

Atlet Rusia itu meraih medali ketiga untuk atlet netral resmi setelah medali emas lompat galah putri dan lompat tinggi minggu ini.

Seperti semua orang Rusia lainnya yang berlomba di Doha, Shubenkov tak bisa mengenakan warna nasionalnya dan mengibarkan bendera Rusia selama merayakan kesuksesan karena federasi atletik negara itu masih ditangguhkan akibat skandal doping.

Medali perunggu menjadi milik juara Eropa Pascal Martinot-Lagarde yang tuntas terpaut 0,03 detik di belakang Shubenkov untuk memberi Prancis medali kedua pada kejuaran dunia atletik di Qatar ini.

Baca juga: Favorit emas 400m putra tercecer gara-gara cedera

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar