Kemenpora dorong pemuda Kalbar berkreatifitas dan berinovasi

Kemenpora dorong pemuda Kalbar berkreatifitas dan berinovasi

Kementerian Pemuda dan Olahraga mendorong pemuda di Provinsi Kalimantan Barat untuk terus berkreatifitas di bidang kriya dan terus berinovasi pada hal-hal yang positif. ANTARA/Andilala

Pontianak (ANTARA) - Kementerian Pemuda dan Olahraga mendorong pemuda di Provinsi Kalimantan Barat untuk terus berkreatifitas di bidang kriya dan terus berinovasi pada hal-hal yang positif.

"Hari ini kami memberikan pelatihan kepada puluhan pemuda Kalbar dibidang kriya sehingga nantinya muncul pemuda yang kreatifitas dan terus berinovasi dibidang apa saja," kata Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Asdep Kreativitas Pemuda Kemenpora RI, Djunaedi di Pontianak, Kamis.

Ia menjelaskan, hingga saat ini pihaknya baru memfasilitasi dalam hal pelatihan bagi pemuda yang terpilih untuk terus berkreasi, sementara dibidang permodalan ada unit lain yang bisa menangani semacam permodalan yang tentunya harus melalui mekanisme yang ada.
Baca juga: Kemenpora gelar pelatihan peningkatan kreatifitas pemuda
Baca juga: ASEAN-Uni Eropa dukung inovasi sektor agrobisnis pemuda


Ia menambah, nilai manusia terletak pada kreatifitasnya, tentunya yang positif dan bermanfaat bagi orang banyak.

"Kami berharap dengan pelatihan kreatifitas pemuda bidang kriya, maka bisa mendorong peserta untuk lebih meningkatkan kreatifitas dan inovasinya yang tentunya tidak hanya bidang kriya," katanya.

Sementara itu, Kabid Kepemudaan Disporapar Kalbar, Yulsius Jualang menyambut baik kegiatan ini, apalagi Kalbar kaya akan berbagai kerajinan bahkan hingga di pelosok-pelosok yang hingga kini masih banyak yang belum diketahui.
Baca juga: Menpar: Pemuda Papua inisiatif bangun kewirausahaan dan kreatifitas

"Kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini maka para peserta dari pemuda akan lebih kreatif dan bisa mengajak para pemuda lainnya untuk lebih kreatif salah satunya bidang kriya," katanya.

Tutor Sanggar Kegiatan Belajar Kota Pontianak, Kartina mengatakan pihaknya saat ini mengelola ampas tebu, kopi, kelapa dan kulit durian sehingga barang bekas tersebut menjadi bermanfaat dan bernilai ekonomis.

"Misalnya kulit durian diolah atau dibuat menjadi sandal refleksi atau suvenir, dan lain sebagainya sehingga bernilai ekonomis," katanya.

Dia menambahkan, saat ini pangsa pasar mereka baru di lokal. "Kami juga menitipkan hasil kerajinan di UMKM Center Kota Pontianak, sehingga bisa menjadi oleh-oleh bagi para tamu yang berkunjung ke Pontianak," katanya.
Baca juga: Kemenpora Adakan Lomba Inovasi Bisnis Pemuda

20 Pemuda Korsel Belajar Budaya Indonesia

Pewarta: Andilala
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar