Presiden didesak segera bangun kembali Wamena pasca-kerusuhan

Presiden didesak segera bangun kembali Wamena pasca-kerusuhan

Ketua Umum Gema MA Ahmad Nawawi berharap Presiden untuk segera membangun kembali Wamena pasca-kerusuhan (Istimewa)

Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo didesak untuk memerintahkan Pemerintah Daerah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Wamena untuk segera melakukan rekonstruksi dan rehabilitasi fasilitas milik warga yang terdampak kerusuhan.

“Hal ini diharapkan akan mempercepat pulihnya aktivitas dan kegiatan masyarakat Wamena,” kata Ketua Umum Generasi Muda Mathla’ul Anwar Ahmad Nawawi di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Presiden kirim bantuan ke Ambon dan Wamena

Baca juga: 11.646 orang tinggalkan Wamena setelah peristiwa kerusuhan

Pihaknya juga berharap Presiden Joko Widodo agar bisa segera memerintahkan aparat keamanan memastikan terjaganya keamanan dan keselamatan seluruh warga masyarakat di Wamena pasca-terjadi kerusuhan.

Di sisi lain Gema MA mengimbau kepada seluruh warga negara Indonesia untuk menahan diri dan tidak terprovokasi melakukan tindakan di luar hukum, yang justru akan kontraproduktif dan berpotensi melebarkan konflik sesama putra bangsa.

“Kami mendesak aparat Kepolisian dan TNI untuk mengambil tindakan hukum tegas terhadap siapapun yang terbukti menjadi dalang dan pelaku kerusuhan sampai tercipta kembali situasi yang aman dan kondusif di Wamena,” katanya.

Baca juga: TNI AU kerahkan empat Hercules untuk evakuasi korban kerusuhan Wamena

Bersamaan dengan itu, pihaknya berharap kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk terus menguatkan solidaritas kebangsaan.

“Semua pihak menjadi ‘cooling system’ di tengah masyarakat, karena kita dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote adalah satu bangsa Indonesia,” katanya.

Pihaknya menyatakan keprihatinan yang sangat atas perkembangan situasi sosial dan keamanan negara akhir-akhir ini, dimana terjadi rentetan peristiwa demi peristiwa, termasuk kerusuhan berlatar SARA di Kota Wamena Papua yang menyebabkan 31 orang meninggal dunia dan ribuan orang harus mengungsi.

Baca juga: Papua Terkini- Presiden imbau warga di Papua antisipasi fitnah

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kilas NusAntara Siang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar