Papua Terkini- Kapolda Papua kembali kunjungi pengungsi dari Wamena

Papua Terkini- Kapolda Papua kembali kunjungi pengungsi dari Wamena

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw saat berbincang dengan pengungsi yang ditampung diRindam XVII Cenderawasih, Ifar Gunung, Kabupaten Jayapura, Kamis (3/10/2019). ANTARA/HO/Humas Polda Papua/pri

Jayapura (ANTARA) - Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw, Kamis (3/10) kembali mengunjungi pengungsi korban kerusuhan Wamena yang ditampung di Rindam XVII Trikora.

Sebelumnya Selasa (1/10) Kapolda juga mengunjungi pengungsi yang ditampung di Yonif 751 Raider dan Masjid Al Aqso Sentani.

Kapolda Papua dalam kunjungannya ke Rindam didampingi Ketua Bhayangkari Ny.Roma Waterpauw dan sejumlah pejabat itu memberikan bantuan tali asih berupa sembako kepada para pengungsi yang tercatat sebanyak 154 orang.

Baca juga: Papua Terkini - Pengungsi Ilaga terus berdatangan ke Timika

Para pengungsi dari Wamena itu tersebar di dua barak yang berada di Rindam XVII Cenderawasih di Ifar Gunung.

Kapolda Papua menyatakan kunjungan kali ini sengaja melibatkan anggota Bhayangkari dan Persit karena sekaligus dalam rangka HUT TNI.

TNI-Polri siap mengamankan warga di seluruh pelosok Papua sehingga tidak perlu takut untuk kembali termasuk ke Wamena.

Baca juga: Wali Kota Probolinggo kunjungi warga terdampak kerusuhan Wamena

“Kami akan menjaga keamanan di seluruh wilayah sehingga bila ingin kembali ke Wamena dibantu pemulangannya,” kata Irjen Pol Waterpauw.

Pengungsi asal Wamena yang dievakuasi ke Jayapura sekitar 8.500  orang, sebagian besar masih tersebar di berbagai penampungan dan rumah keluarga namun ada juga yang sudah kembali ke kampung halaman. Tercatat 32 orang meninggal dalam insiden yang terjadi Senin (23/9), 70  orang luka luka, ratusan rumah, ruko dan kantor pemerintah dibakar serta dirusak pendemo.

Baca juga: ACT sewa pesawat untuk pulangkan pengungsi Wamena
Baca juga: Anak perantau Jatim dari Wamena siap ditampung di ponpes
Baca juga: Pengungsi Wamena sudah tinggalkan Lanud Timika

Pewarta: Evarukdijati
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar